"PAPUA HEALING MINISTRY"
"Komunitas Yang Bertumbuh"

BEBAS DARI PERASAAN DIRI TERTOLAK

Dalam Markus 5: 1 – 20 dikisahkan tentang seorang laki-laki di Gerasa yang dirasuk setan. Gerasa berasal dari akar kata Ibrani ger yang berarti orang asing atau orang yang tinggal sementara. Mereka hidup seperti orang-orang yang tinggal di luar batas perkemahan Israel – orang terluar. Mereka adalah orang-orang tertolak. Perhatikan kisah tentang orang gerasa ini! Dia berada di kuburan – jauh dari keluarganya. Dia bukannya tidak memiliki keluarga, tetapi diasingkan dari keluarganya. Kemungkinan besar, dia dibuang/diasingkan dari orang banyak. Jika itu benar, maka ia sedang mengalami penolakan!

Nah, apa dampak dari penolakan?

1. Menarik diri dari orang banyak (ayat 2)

Orang itu berada di kuburan. Tentu itu bukan tempat yang baik. Kuburan merupakan tempat yang tidak akan didatangi orang. Orang itu memilih tinggal diantara mayat – suatu tempat yang bagi orang Yahudi najis/penuh dengan kecemaran.

Banyak orang yang hidup tertolak, mencoba menarik diri dari orang supaya tidak ditolak. Mereka biasanya menjauhkan diri dari orang lain.

2. Cenderung pikirannya bingung (ayat 2)

Kata kerasukan setan dalam bahsa Yunani “akathertos” yang berarti roh najis. Roh najis tersebut mempengaruhi dia sehingga ia tidak sadar. Ia sering berjalan-jalan “keliaran” – tidak focus/bingung. Banyak yang membuat cemar roh kita.

3. Tidak mau dikenal/rendah diri (ayat 15)

Dikatakan bahwa orang yang kerasukan itu tidak berpakaian. Pakaian merupakan hal yang penting bagi manusia sebab dengan pakaian dapat melindungi, member rasa aman dan sekaligus member identitas dari satu keluarga. Tidak ada pakaian berarti tidak ada identitas dan keamanan. Ada orang-orang yang ingin dikenal!

4. Hidup dalam kemarahan (ayat 3 – 4)

Orang yang kerasukan setan, ia mematahkan rantai dan terus menerus berteriak. Ia hidup dalam kemarahan. Perhatikan, dimana ada kemarahan selalu ada kematian.

Kain; dia percaya bahwa Allah menolak doanya, sehingga ia membunuh Habel (Kejadian 4: 1- 8).

Esau; merasa kehilangan berkat dari ayahnya (merasa tertolak) ia ingin membunuh Yakub (Kejadian 27: 34 – 41).

Saul; dia merasa Allah telah menolaknya sehingga bertahun-tahun dia mengejar Daud dan ingin membunuhnya ( 1 Samuel 19: 1; 20: 31).

5. Hidupnya tidak tenang/gelisah (ayat 5)

Orang itu selalu berteriak-teriak bahkan melukai dirinya dengan batu hingga terluka. Biasanya orang yang tertolak, dia akan melukai dirinya; tidak mau makan, melukai diri, ingin dilupakan dan ia ingin dilihat orang.

Kebenaran;

1. Yesus ingin mengenal kita lebih dekat

Yesus bertanya, “siapakah namamu?

2. Yesus menerima kita apa adanya

Yesus meninggalkan rumah, menyeberangi laut, Yesus naik perahu dalam kegelapan – semuanya bukti bahwa Yesus menerima kita.

3. Yesus pernah mengalami penolakan

Yesus pernah dihina, ditolak dan tidak diakui. Hadapilah penolakan itu dan terimalah orang yang telah menolak anda. Ingatlah, ketika Yesus ditolak, berarti anda diterima-Nya!

 

 

Belum Ada Tanggapan to “BEBAS DARI PERASAAN DIRI TERTOLAK”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: