"PAPUA HEALING MINISTRY"
"Komunitas Yang Bertumbuh"

PERSPEKTIF ALKITAB TERHADAP PELAYANAN KAUM WANITA

Di kalangan Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) masalah Wanita bisa berkhotbah atau tidak, menjadi perbincangan bahkan perdebatan serius. Banyak pihak menyatakan tidak boleh, tapi disisi lain menyatakan boleh. Berbagai argument pun terlontar yang sama-sama saling menguatkan, dipertegas bukan hanya masalah teknis dilapangan tapi dari Alkitab. Masalah pun menjadi semakin serius tanpa ada titik temu, dan hal itu semakin diperkeruh dengan tidak adanya usaha bersama mencari jawab secara tepat berdasarkan pemahaman Alkitab. Berangkat dari pemikiran diatas, maka tulisan ini ada.

Howe mengatakan:

Tugas utama Gereja di tengah masyarakat ialah membangun anggotanya yang berasal dari berbagai latar belakang, sedang karunia rohani adalah sarana untuk melaksanakan tugas itu. Karunia-karunia ini diberikan kepada seluruh jemaat tanpa membedakan jenis kelamin. Tidak ada sedikit pun petunjuk yang relevan dalam Alkitab bahwa karunia-karunia yang memperlengkapi jabatan kepemimpinan (memberitakan firman, mengajar, bernubuat dan sebagainya) hanya terbatas pada kaum pria, sementara karunia-karunia untuk pelayanan lain (kedermawanan, keramahtamahan, pengasih dan sebagainya) diperuntukkan bagi kaum wanita…Jika Allah yang memberikan karunia-karunia untuk melengkapi jabatan-jabatan kepemimpinan kepada kaum wanita, apakah jemaat memiliki wewenang lebih tinggi untuk menolak pelayanan kaum wanita? (E.M. Howe, The Positif Case of the Ordination of Women dalam Perspectives on Evangelical Theology, 267-276).

Sedangkan C. Brown, mengatakan mengenai pelayanan kaum wanita;

“Kita jangan mencontoh peranan mereka dalam konteks abad pertama. Sebaliknya, lebih baik kita membicarakan status mereka dalam kristus dan karunia-karunia serta kesempatan apa yang telah diberikan Roh Kudus kepada kaum wanita dalam jemaat masa kini.”

Semua pandangan harus kembali ke Alkitab, dengan penafsiran-penafsiran tepat dan bukan alasan budaya, keegoisan, apalagi tendensi-tendensi tertentu yang mengaburkan apa kata Alkitab terhadap pokok yang sedang dibicarakan. Oleh karena itu, guna mewujudkan tujuan tersebut, maka ada dua hal penting yang menjadi perhatian dalam tulisan ini (tulisan ini merupakan sebuah pengantar).

Pertama, penulis mencoba menjawab persoalan ini dengan mengemukakan keterkaitan karunia dengan pelayanan. Dalam arti, karunia adalah karya Allah yang diberikan sesuai kehendak-Nya, demikian pula pelayanan, berasal dari Allah dan  tergantung kepada Allah. Pemberian karunia dalam pelayanan tujuannya adalah membangun jemaat/kesatuan tubuh Kristus. Dan, ketika Roh Kudus memberikan karunia dalam pelayanan, ia tidak membeda-bedakan, maka semua orang boleh mengambil bagian dalam pelayanan.

Apakah hal itu benar?

Meski karunia-karunia itu penting dalam pelayanan, namun karunia bukan satu-satunya faktor penentu untuk menilai peranan wanita dalam jemaat. Praktek dan ajaran Paulus mengenai wanita dalam pelayanan juga perlu mendapatkan perhatian. Oleh karena itu, sikap Paulus terhadap wanita yang melayani, akan dibahas dalam tulisan ini dan juga pokok-pokok lainnya.

Kedua, hal inilah yang mendorong penulis, memberikan sebuah pemahaman bersifat induktif. Penulis merasa penting menggali masalah ini dengan menggunakan metode pendekatan eksegesis dan analisis teologis. Harapannya, lewat tulisan ini mampu membuka pikiran dan sekaligus menyatukan pemahaman meski tidak mudah, agar pelayanan GIDI ke depan dilakukan dengan pemahaman Alkitab secara komprehensif. Tepatnya, pelayanan yang disertai pengetahuan yang benar! Dan, ini merupakan tanggung jawab bersama untuk memberi jawab terhadap masalah ini. Kulminasinya, tidak sampai ada gerakan-gerakan tanpa kendali mengatasnamakan demi pelayanan wanita.

Menyimak berbagai kesempatan dan peluang yang ada, penulis melihat ada tiga pandangan terhadap masalah ini. Pertama, tidak boleh dengan alasan. Kedua, boleh dengan alasan. Ketiga, tergantung “abu-abu.” Pihak yang setuju, diizinkan wanita berkhotbah mengklaim memiliki dasar kuat dari Alkitab, disisi lain yang tidak setuju lebih melihat progresifitas pelayanan di era sekarang ini, studi kasus dan ditambah pemahaman teologis yang berusaha dikembangkan secara utuh. Sedangkan sudut ketiga, lebih “no comment,” asalkan melayani.

Menyikapi masalah ini, penulis memberikan pendekatan-pendekatan dalam menjawab persoalan ini. Tentunya, pendekatan bersifat induktif dengan penafsiran-penafsiran Alkitab secara normal, dengan hasil akhir tidak bermaksud merubah apapun atau pandangan siapapun. Namun, Penulis lebih tertarik menyatakan kebenaran tanpa tendensi apapun. Hal inilah yang sejak awal penulis gumulkan. Berubah atau tidak sebuah pandangan seseorang tidak penting, namun manjadi sangat penting adalah menyatakan kebenaran dalam terang ilahi. Diharapkan, penilaian kritis dari siapa saja, dan kebersediaan untuk mau berfikir bersama mengembangkan pelayanan dengan pemahaman tepat sesuai Alkitab itulah yang terus diupayakan. Akhirnya, kiranya tulisan ini dapat memberikan angin segar atas kepenatan persoalan yang dihadapi dan satu pemahaman nama Tuhan dimuliakan.

By: Ev. Kornelius Sutriyono, S.Th

Dalam pembahasan ini akan dibahas:

  1. SIKAP PAULUS TERHADAP WANITA YANG MELAYANI (Rom. 16)
  2. TIDAK ADA LAKI-LAKI ATAU PEREMPUAN (Gal. 3: 28)
  3. WANITA HARUS MENUDUNGI KEPALA MEREKA (1 Kor. 11:2-16)
  4. PEREMPUAN HARUS BERDIAM DIRI DALAM PERTEMUAN JEMAAT (1 Kor. 14: 33b -36)
  5. WANITA TIDAK DIPERBOLEHKAN MENGAJAR ATAU BERKUASA ATAS LAKI-LAKI (1 Tim. 2:11-15)
  6. KESIMPULAN

Dikembangkan dari D. A. Carson, Gereja Zaman Perjanjian Baru dan Masa Kini (Malang: Gandum Mas, 1997).

Satu Tanggapan to “PERSPEKTIF ALKITAB TERHADAP PELAYANAN KAUM WANITA”

  1. untuk kalangan sendiri…ambil baiknya saja, ok!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: