"PAPUA HEALING MINISTRY"
"Komunitas Yang Bertumbuh"

“MASALAHMU DONGKRAKMU”

Anda menginginkan sesuatu dan mendapatkannya, tapi tidak bahagia. Anda membangun sesuatu dan berhasil menyelesaikannya, tapi tidak ada kepuasan dalam batin. Anda menginginkan perubahan bahkan menuju perubahan, namun tidak berhasil mencapai perubahan.[1] Jika itu yang terjadi, Anda sedang berputar-putar membentuk pola masalah. Berdoalah dan perhatikan supaya Tuhan menunjukkan apa sebenarnya masalah dalam diri Anda? Datangnya masalah dalam perjalanan hidup bagi sebagian orang dengan mimpi besar adalah semacam dongkrak yang membangkitkan semangat untuk menjalani hidup dengan tidak biasa untuk menanti perubahan yang tidak biasa. Untuk itu, jadikan masalah sebagai dongkrak yang mengangkat beban dalam hidup Anda agar Anda tidak mengulangi kesalahan yang sama dengan cara yang sama.

__________________________________

Kekuatan Dalam Diri Terbentuk Dari Perjuangan Dalam Menghadapi Rintangan Dan Bukan Karena Berleha-Leha

__________________________________

Ribuan orang jatuh miskin, menangis diatas penderitaan karena berusaha menutupi kalau mereka sedang ada masalah. Menutupi masalah bukan jalan keluar. Seseorang tidak dapat menghindari masalah yang datang dalam hidupnya. Meskipun dengan berjuang sekuat tenaga dan menghindarinya dengan memberikan perencanaan matang terhadap masa depan guna perbaikan hidup bukanlah hal logis untuk dipilih. Masalah sebenarnya bukan pada masalah itu sendiri melainkan kebuntuan menemukan jalan keluar terhadap masalah itu sendiri. Itulah  yang penting!

Saya teringat kisah Naomi dan keluarganya. Mereka mengalami masalah yang sulit, bahkan sampai-sampai, mereka memutuskan untuk pergi dari Betlehem-Yehuda (Rut 1: 1). Mereka mungkin berusaha mencari jalan keluar, tapi tidak menemukan. Hingga pilihan terakhir adalah pergi meninggalkan sumber masalah.

Sebenarnya, Naomi dan keluarganya tidak sendiri menghadapi masalah yang ada, melainkan masalah yang sama dihadapi oleh semua orang yang ada di Israel – kolektif. Kita tahu bagaimana kondisi Israel saat dipimpin para hakim. Bisa saja kelaparan yang timbul karena hukuman Tuhan. Tapi, bagi pemercaya Allah tentu ada jaminan pemeliharaan. Ternyata, Elimelekh dan Naomi berjuang keras untuk bertahan hidup dan yang ia tahu kebutuhan utama saat kelaparan tentulah makanan. Sehingga ketika di negerinya tidak ada cukup persediaan makanan, respon mereka adalah pergi meninggalkan negerinya.

Jangan Lari Dari Masalah

Ketika lari dari masalah bukan hanya menunjukkan pribadi yang lemah karena tidak mau bertahan dalam kesulitan, tapi juga gagal menunjukkan kasih bagi sesama. Ditengah-tengah bencana kelaparan yang terjadi, Tuhan pasti punya rencana indah bagi pribadi yang percaya. Tuhan pasti mampu menunjukkan pemeliharaan-Nya, bahkan bisa dipakai menjadi berkat. Kisah menarik yang patut diperhatikan adalah kisah Elisa, dimana dengan cara dan waktu Tuhan, ia dipelihara lewat janda dan burung gagak. Hal yang sama pun, sebenarnya bisa terjadi dengan keluarga Naomi.

Respon alami seseorang ketika menghadapi masalah adalah memilih pergi tanpa kompromi. Tindakan ini memang tidak mengundang resiko berarti karena menyerah sebelum berjuang. Namun sangat disayangkan, sebab tindakan tanpa sebuah resiko berarti pembiaran terhadap kesuksesan berarti. Dengan meninggalkan masalah tanpa mau menyelesaikannya berarti seseorang sedang gagal menciptakan sejarah buat hidup mereka. Sebab, mereka tidak akan pernah melihat solusi dan pemeliharaan Allah.

__________________________________

Tindakan Tanpa Sebuah Resiko Berarti Pembiaran Terhadap Kesuksesan Berarti

__________________________________

Belajar dari Naomi, jangan pernah lari dari masalah. Sebagai keluarga yang mengenal Tuhan, ia tidak mengandalkan Tuhan, melainkan benturan pertimbangan begitu kuat sehingga keputusan bulat adalah pergi mencari kehidupan yang lebih baik. Ia meninggalkan kampung halaman dan berusaha mencari pemenuhan hidup yang lebih baik. Ia lari dari masalah dan bukan bersama-sama menghadapi masalah.

Tapi, justru apa yang terjadi?

Harapan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik justru kandas. Mimpinya untuk melihat seluruh keluarganya terhindar dari kelaparan dengan menetap di Moab, membuat dia harus kehilangan keluarganya. Kematian orang-orang yang dicintai mengakibatkan dia harus berjuang sendiri menghidupi kebutuhannya. Ditemani menantunya yang setia, ia berusaha menjalani kehidupan dengan tetap percaya pemeliharaan Allah.

Jangan Lari Dari Sumber Berkat

Berkat sebenarnya mengikuti orang benar. Dengan pergi mencari berkat ke negeri orang lain berarti mereka sedang menolak mempercayai pemeliharaan Allah. Jaminan berkat dan pemeliharaan sebenarnya ada di dalam keluarga yang takut Tuhan termasuk di keluarga Naomi, tapi mereka tidak mampu melihat hal tersebut (Mazmur 128). Mereka justru meninggalkan sumber berkat yang sesungguhnya.

Berkat bukan hanya sekedar makan dan minum, melainkan berkat rohani. Dengan meninggalkan Betlehem-Yehuda menuju ke Moab berarti mereka sedang melepaskan janji Allah. Sebab, di Kota inilah nubuat bahwa keberuntungan Yehuda akan diperbaharui melalui seorang raja Israel yang dilahirkan di Betlehem, rumah Daud diberikan (Mikha 5: 1-2).

By: Ev. Kornelius Sutriyono, S.Th


[1]Becky Tirabassi dalam bukunya yang berjudul, “Memelihara Perubahan” menjelaskan dengan amat baik tentang perubahan. Seseorang tidak hanya cukup menginginkan atau berada dalam perubahan, tapi harus memelihara dan mempertahankan perubahan. Becky Tirabassi, Memelihara Perubahan, pen., Bonifasius Sindyarta, peny., Y. Istiyono Wahyu (Batam: Gospel Press, 2006).

Belum Ada Tanggapan to ““MASALAHMU DONGKRAKMU””

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: