"PAPUA HEALING MINISTRY"
"Komunitas Yang Bertumbuh"

“MELANGKAH PASTI BERSAMA YESUS YANG LUAR BIASA” (Sebuah Refleksi serta Kontemplasi Teologis tentang Krusialitas Makna Natal)

Natal menjadi moment istimewa bagi setiap orang Kristen. Itulah sebabnya orang-orang Kristen diseluruh dunia merayakan Natal meski dengan implementasi yang berbeda-beda. Ada yang mengimplementasikannya dengan mengunjungi orang-orang tahanan dipenjara, orang-orang sakit dirumah sakit, anak-anak yatim piatu dipanti asuhan, dan banyak lagi lainnya. Sehingga Natal bagi kebanyakan orang berarti sumber inspirasi untuk mengaplikasikan kasih dengan berbuat lebih lewat tindakan nyata –berbagi.

Namun, pemandangan tersebut ternyata tidak semua terlihat. Banyak orang Kristen justru mengisi Natal dengan tindakan-tindakan “pemborosan” dan bukan “pengaktualisasian diri” terhadap kehendak-Nya. Bahkan ada juga yang mengimplementasikannya dengan berpesta pora dalam kemabukan. Nah, apakah Natal harus diisi dengan pemandangan semacam itu? Dan, bagaimana kita menemukan makna Natal serta menghidupi makna Natal tersebut dalam hidup kita?

Sebenarnya, hal penting dalam menemukan makna Natal adalah dengan cara memahami krusialitas Natal. Apa pentingya Natal bagi dunia ini (bersifat global) dan maknanya bagi kita secara pribadi (bersifat personal)? Apa alasan Kristus lahir ke dunia ini? Dan, apa jadinya, jika seandainya Kristus tidak lahir ke dunia ini? Dengan memahami jawaban dari setiap pertanyaan penting tersebut, maka dipastikan kapasitas dan kualitas kita sebagai orang percaya dalam usaha memaknai Natal semakin diperbesar.

Krusialitas Makna Natal

Krusialitas dan oyektivitas peristiwa kelahiran Yesus di dunia ini sangat unik. Tidak hanya soal pribadi-Nya dan tanda–tanda yang mewarnai kelahiran-Nya, tetapi juga konteks sejarah pada waktu itu. Konteks sejarah peristiwa kelahiran Yesus terjadi pada waktu bangsa Israel mengalami degradasi moral. Sehingga selama kurang lebih 400 tahun mereka ada dalam “masa gelap.” Selama itu, umat Israel berusaha mencari Allah dan firman-Nya, namun percuma, sebab Allah tidak berkomunikasi dengan umat Israel. Meski umat Israel melakukan peribadatan secara rutin kepada Allah, namun Allah tidak berbicara kepada mereka, baik melalui para Nabi maupun secara pribadi.

Namun menarik, sebab justru ditengah-tengah kondisi sejarah seperti itu, Allah menyatakan kasih-Nya kepada umat Israel bahkan kepada seluruh umat manusia. Ia yang maha kasih datang ke dalam dunia ini, menjadi manusia untuk manusia. Dan, kelahiran-Nya itulah yang sedang kita peringati. Jadi, apa sebenarnya makna Natal? Pertama, Natal berarti dimulainya komunikasi baru antara Allah dengan manusia. Komunikasi yang sempat rusak antara manusia dengan Allah, dipulihkan kembali melalui Natal.

Dengan demikian, dihari Natal ini seharusnya kita belajar untuk berani memulai kembali. Ada hubungan yang retak dengan sesama, bahkan dengan Allah, berarti kita harus mulai kembali membinanya agar terjalin komunikasi yang intim dengan sesama. Oleh karena itu, milikilah keberanian untuk memulai kembali. Memulai kembali untuk berkomunikasi, mengasihi, menghargai, mengampuni dan memberi.

Allah sudah membuka jalan terciptanya komunikasi baru dengan kita. Oleh karena itu, gunakanlah kesempatan untuk berkomunikasi dengan Allah. Jika sekarang ini komunikasi Anda retak, Dia menanti Anda untuk berkomunikasi kembali dengan Dia. Ingat, perbaikilah komunikasi Anda yang retak dengan Dia! Jadikan Natal sebagai awal membuka komunikasi baru dengan Allah dan sesama. Jika komunikasi Anda sedang retak, entah dengan Allah atau sesama, maka perbaikilah! Ini saat tepat bagi Anda, sekarang! Ya, sekarang!

Kedua, Natal berarti dimulainya sejarah baru. Penanggalan yang ada dibedakan dalam dua periode, sebelum Masehi (sebelum Kristus) dan sesudah Masehi (sesudah Kristus). Ini bukti bahwa kelahiran Yesus bukan hanya mengubah umat manusia di dunia ini, tetapi juga sejarah zaman ini.  Dan sejarah membuktikan bahwa peradaban manusia berubah sejak masa Masehi, bahkan lebih baik jika dibandingkan dengan sebelum Masehi. Jadi, Natal merupakan sejarah baru dimulainya peradaban manusia.

Ketiga, Natal berarti awal kehidupan baru. Alkitab menyatakan kodisii real dunia secara global “berjalan dalam kegelapan (Yes. 9: 1).” Namun, sejarah kelam itu berubah karena “terang” yang bersinar ditengah-tengahnya (ay. 1). Bahkan bukan hanya dunia yang berubah, tetapi umat manusia penghuni dunia juga mengalami sukacita/kebahagiaan (ay. 2). Ini berarti bahwa terang yang datang melalui kelahiran Kristus, sesungguhnya menjadi penentu awal kehidupan baru bagi umat manusia. Sebab kehidupan lama dalam kegelapan berganti semenjak Kristus (terang) itu datang ditengah-tengah dunia.

Bahkan tidak hanya itu, Alkitab juga mengatakan bahwa Dia adalah Immanuel yang artinya ”Allah menyertai kita” (Mat. 1: 23).  Menjadi pertanyaan serius bagi kita adalah; mengapa Allah mau menyertai kita? Apa alasannya? Menjawab hal ini, asumsi dasar kita harus terarah pada kebenaran, bahwa; Dia bukan hanya Allah yang transenden (ada di Sorga), tetapi juga Allah yang Immanent (beserta dengan manusia).

Lewat kelahiran-Nya di dunia, sebenarnya Allah ingin menyatakan immanensinya kepada umat ciptaan-Nya. Sebab sudah terlalu lama bagi manusia untuk menganggap Tuhan tidak ada dan membiarkan dirinya berjalan di dalam ketidakpastian langkah – terlepas dari Allah. Sudah cukup lama bagi manusia; ada dalam kondisi sejarah yang gelap, berjalan sendiri tanpa ada penuntun pasti bahkan terpisah dari Allah karena dosa. Dan hal inilah yang ternyata menggerakkan hati Allah untuk memulai kehidupan baru dengan manusia yang sempat rusak.

Hal Ini sekaligus menjadi bukti bahwa manusia terlepas dari Allah (tanpa Allah dan firman-Nya) tidak bisa memulai dan memaknai hidupnya. Tepatnya, manusia tidak mampu melangkah dengan pasti! Oleh karena itu, izinkan pesan Natal menerangi hati kita untuk memampukan kita menjadi pengubah. Dan ketahuilah, hanya dari orang-orang yang diterangi hatinya dengan berita Natal yang sanggup diharapkan.

Tidak perduli siapa Anda, dalam posisi apa, bahkan bagaimana keadaan Anda sekarang ini. Bahkan sekalipun posisi dan status Anda rendah, namun ketahuilah bahwa Kristus memampukan Anda. Lewat Natal, Kristus telah mengambil posisi yang sangat rendah bagi Anda (pertukaran). Jadi jangan malu kalau posisi Anda saat ini rendah. Jangan malu kalau hanya jadi tukang cuci toilet, cleaning servis, house keeping, sales atau ibu rumah tangga. Jadi, berita Natal seharusnya membuat manusia mampu melangkah dengan pasti. Sebab berita itu menjadi kekaguman bagi semua orang yang menerimanya bahkan menjadi penentu hidup baru.

Ev. Kornelius Sutriyono, S.Th

Penulis adalah Sekretaris Umum BPH GIDI Klasis Timika dan juga Dosen pada Sekolah Tinggi Agama Kristen (STAK) Timika. Pernah mengajar di Sekolah Tinggi Theologia (STT) I.S. Kijne Jayapura Program Ekstensi PAK di Timika.

Satu Tanggapan to ““MELANGKAH PASTI BERSAMA YESUS YANG LUAR BIASA” (Sebuah Refleksi serta Kontemplasi Teologis tentang Krusialitas Makna Natal)”

  1. thank’s, sudah diterbitkan di radar timika


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: