"PAPUA HEALING MINISTRY"
"Komunitas Yang Bertumbuh"

KETIKA CINTA MENJADI PETAKA

Bila ini bukan cinta, ini pasti kegilaan dan itu tidak bisa dimaafkan.William Congreve

Tahukah kamu, asal mula kata “sirene” atau tanda bahaya? Biasanya, sirene berbunyi bila ada kejadian penting dan gawat. Misal nich ya, di daerah perang, sirene berbunyi jika ada kapal atau pesawat musuh masuk. Sebenarnya, asal kata sirene diambil dari latar belakang mitologi Yunani tentang Dewi Siren. Konon ada kisah di negeri Yunani tentang seorang puteri cantik, Dewi Siren namanya. Dewi ini tinggal di sebuah Pulau kecil, terpencil dan pantainya penuh batu karang.

Keistimewaan Dewi Siren terletak di suaranya yang merdu, sehingga banyak “membius” laki-laki yang mendengarnya. Banyak para pelaut yang sedang lewat dan mendengar suaranya, pasti mereka akan terpukau dan begitu saja melepaskan dayung-dayungnya. Bahkan, banyak kapal-kapal yang akhirnya tertabrak karang. Kapal itu hancur menabrak karang yang tajam, dan para awak kapal itu juga menemui ajalnya dengan menyedihkan. Dari sinilah, maka muncul kata sirene “tanda bahaya.”

SIRENE CINTA

Sekarang ini, banyak Dewi-dewi Siren yang coba membius laki-laki lewat kemerduan suaranya bahkan kemolekan parasnya. Seharusnya mereka bisa berfikir jernih dan lurus, tapi akhirnya nggak terkendali. Cinta kadang juga seperti itu, membius siapa saja. Bahkan tak jarang, membuat baik laki-laki maupun wanita nggak bisa berfikir secara jernih. Parahnya, berakhir dengan menyedihkan. Ketika cinta tunjukkan tanda bahaya, maka diperlukan sirene.

_______________________________________

Cinta membius, membuat laki-laki maupun perempuan nggak bisa berfikir secara jernih

_______________________________________

Bisa nggak cinta menjadi petaka? Oh…tentu bisa! Saya pernah baca kisah tentang Pemuda-pemudi yang sedang asyik pacaran di suatu tempat. Mereka telah lama berpisah karena masing-masing Sekolah di tempat yang berbeda dan jauh. Mereka sepakat untuk ketemu di suatu tempat “yang biasa” dulunya dipakai untuk saling bertemu. Akhirnya, ketemulah mereka ditempat itu dan saling melepas rindu. Begitu asyiknya mereka mengobrol dan berpacaran ditempat itu, ternyata ada “traktor” lewat dan menindas mereka berdua. Singkat cerita, meninggallah mereka berdua.

Nggak wajar kayaknya. Masak, suara Traktor yang keras aja, sampai nggak kedengaran. Ya, tapi itulah cinta. Kita nggak tahu apa yang bakal terjadi dengan cinta. Apa yang indah bisa aja berubah jadi kengerian. Oleh karena itu, pertebal cinta yang telah dibangun. Jangan biarkan cinta membawamu pada kehancuran bahkan petaka.

JERNIHKAN HATI

Apapun kondisi Anda, hati jangan sampai keruh. Jangan biarkan hati yang keruh, merusak kebersamaan Anda. Berapa banyak anak-anak muda karena hati keruh nggak mampu lihat perhatian dari pasangannya. Mereka nggak mampu lihat kasih dari pasangannya, apalagi memberi kasih. Nggak mampu lihat senyum diwajah kekasihnya.

_____________________________________

Keadaan bisa membuat cinta Anda keruh, tapi pastikan nggak buat hati Anda keruh

_____________________________________

Sedikit aku ceritakan pengalamanku. Sejak 2006, aku pelayanan di Timika-Papua. Aku tinggal di salah satu ruangan sederhana di belakang gereja. Dan kebetulan di belakang samping gereja terdapat ternak Babi. Anda pasti tahu sendiri gimana baunya, tinggal dekat kandang Babi? Kalau Anda belum pernah tinggal, saya beritahu Anda. Sangat bau! Apalagi, kalau turun hujan. Mama…bau sekali! Belum lagi, sekitar kandang Babi ada kubangan air yang kotor dan sangat keruh. Tapi, yang sempat menarik perhatianku adalah meski bau, kotor dan keruh, tapi banyak tumbuh tanaman air disitu. Bahkan tanaman itu tumbuh sangat subur.

Keadaan yang ada kotor, bau bahkan keruh, tapi nggak buat tanaman yang ada di situ mati, tapi justru tumbuh subur. Gimana dengan kita? Apakah hari-hari ini keadaan memaksa Anda keruh? Bahkan sampai kisah cinta Anda keruh? Kalau itu terjadi, Anda perlu menjernihkan hati dan pikiran Anda. Dari kisah ini mari kita belajar, meski kisah cinta kita keruh, tapi jangan sampai hati kita keruh. Keadaan sekitar mungkin membuat kita keruh, tapi hati harus tetap jernih. Keadaan sekitar boleh keruh, Anda harus tetap gunakan kejernihan pikiran dan hati. Percayalah, Anda nggak akan mampu lihat indahnya dasar laut, jika air yang ada keruh. Nah, jernihkan hatimu. Jernihkan pikiranmu.

Ada seorang Pendeta tua, usia 80 tahun. Rambut sudah putih, kulit sudah keriput bahkan gigi sudah ompong. Dia tanya kepada seorang gadis muda, usia 17 tahun yang ada di rumahnya. “Nak, apakah saya karena sudah setua ini, masih mungkin bisa dicobai oleh wanita secara seksual?” tanyanya. Pelayannya menjawab; “tidak mungkin, rambut bapak sudah putih semua, bapak sangat bijaksana, tidak mungkin dicobai secara seksual oleh wanita.” Pendeta tua ini menyahut; “Nak, jangan percaya itu. Walaupun aku sudah tua, rambut putih semua, jalan pakai tongkat, bernafas pun sudah sulit, tapi kalau aku lihat gadis cantik, hatiku yang tua ini langsung gemetar.”

Sahabat, percayalah, kita bebas dari godaan bukan soal karena kita Pendeta, bijaksana, rambut penuh uban, kulit keriput, dan sebagainya. Tapi, karena siapa kita di dalam Tuhan. Itu yang penting. Itulah yang mampu menolong kita supaya bisa hidup kudus. Dialah yang memampukan kita dari dalam, sehingga kita mampu hidup dalam pikiran dan kemauan yang kudus. Dialah yang memampukan kita, agar tetap ada dalam kejernihan. Oleh karena itu, datanglah kepada-Nya dan tinggalah dalam Firman-Nya, maka engkau pasti hidup dalam kejernihan.

Jangan takut!

Cinta membius karena itu mencintailah!

PERTANYAAN REFLEKSI:

  1. Apakah yang membuat Anda nggak mampu hidup dalam kejernihan hati dan pikiran dalam hubungan cinta Anda?
  2. Gambarkanlah suatu situasi dalam hubungan cinta Anda dimana Anda merasa keruh?

DOA:

Aku mengizinkan Engkau Bapa, masuk dalam hatiku dan menjernihkan hubunganku ini sehingga aku mampu melihat keindahan dari  hubungan cinta yang sudah aku bangun. Dalam nama Yesus, aku siap diubahkan dan melihat keindahan cinta. Amin.

Belum Ada Tanggapan to “KETIKA CINTA MENJADI PETAKA”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: