"PAPUA HEALING MINISTRY"
"Komunitas Yang Bertumbuh"

MILIK SIAPAKAH CINTA ITU?

Karena setiap manusia sudah mengalami ketersendirian, maka mereka merindukan bisa bersatu dengan orang lain melalui cinta Rollo May

Masih BerharapBagi saya, mencintai wanita adalah sebuah kebahagiaan. Meski kadang cinta nggak dibalas – ibaratnya bertepuk sebelah tangan – namun, bisa mencintai seseorang adalah menyenangkan. Aku ingat ketika mencintai seseorang, tapi kemudian harus ditolak. Ia bilang, “nggak bisa mencintai orang yang nggak hadir.” Maklum, saat itu aku ambil keputusan untuk pelayanan ke Papua, sedangkan ia di Jogya. Jadi, ia nggak bisa kalau aku nggak hadir. Ya, sedih memang. Tapi, aku jadi mikir kenapa harus pelayanan yang seolah-olah dipersalahkan. Aku jadi balik nanya: “jangan-jangan ia nggak serius juga mencintaiku.” ♥

Setelah di Papua, komunikasi pun masih berlanjut. Aku terus berusaha yakinkan dia , tapi tetap hasilnya belum nampak. Ya, antara dua pilihan, “nggak ke Papua berarti hadir untuk dia dan besar kemungkinan dapat cintanya” atau “pelayanan ke Papua tanpa dapat cintanya.” Wah, pokoknya bingung! Meski berat dan jadi dilema, tapi aku tetap keputusan bulat, aku terus komitmen pelayanan di Papua. Pikirku, “siapa tahu ia hanya nguji aku aja. Siapa tahu ada kemungkinan ketiga, aku pergi ke Papua pun ia mau dan aku bisa dapatkan cintanya.”

Setahun kemudian aku dapat kesempatan balik ke Jawa. Aku pun nggak sia-siakan kesempatan yang ada, aku langsung nemui dia. Sekali lagi meyakinkan, kalau aku serius. Tapi, semuanya masih sama. Nggak ada yang berubah. Ya, dibalik semuanya aku berserah aja apa maunya Tuhan. Aku percaya Tuhan pasti punya rencana yang indah untuk kami berdua. Meski begitu, aku nggak ngerasa kecewa atau sakit hati ama dia, sebab bisa mencintai seseorang adalah kebahagian tersendiri. Bahkan sampai hari pun, perasaan itu nggak berubah. Aku masih mendoakan. Aku masih mencintai. Aku masih berharap, cinta meninggalkan sejarah indah untuk kami berdua-penyatuan.

Dari sinilah aku belajar, ternyata iman juga dibutuhkan. Harus punya iman karena cinta bukan milik kita aja, tapi milik orang yang kita cintai juga. Tepatnya, milik semua orang. Kalau cinta milik semua orang, hargailah cinta dan pelaku cinta. Kalau cinta milik semua orang, pantaskan kita memaksakan kehendak kita? Kita harus miliki iman yang mampu lihat ada rencana Tuhan yang indah dibalik semuanya itu.

Belum Ada Tanggapan to “MILIK SIAPAKAH CINTA ITU?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: