"PAPUA HEALING MINISTRY"
"Komunitas Yang Bertumbuh"

CINTA PROSES KARENA ITU MENCINTAILAH

Hai, sobat muda! Saya mau bagi-bagi ilmu dan pengalaman, nih. Tapi nggak usah kwatir, soalnya ilmu yang dipelajari nggak berat koq. Ya, tetep mikir, tapi dijamin nggak sampai bikin pusing kepala. Apalagi sampai pusing tujuh keliling. Sepakat ya, ilmu yang akan kita pelajari adalah tentang cinta. Ya, cinta! Kalian mungkin bertanya; Lho, cinta koq dipelajari? Apanya yang dipelajari? Cinta kan bukan ilmu pengetahuan.

Iya, cinta memang bukan ilmu pengetahuan. Aku ingat apa yang pernah Senator William Proxmire katakan, ”kalau cinta bukan ilmu pengetahuan, biarkan saja cinta tetap menjadi misteri bukankah misteri yang membuat cinta makin menarik.” Pada dasarnya, aku setuju kalau cinta memang bukan ”ilmu pengetahuan” dan ”biarkan menjadi misteri,” tapi bukan berarti nggak bisa dipelajari kan? Soalnya, banyak hal terjadi (termasuk masalah) diakibatkan karena persoalan cinta.

Coba lihat aja, banyak yang terlibat tawuran, menaruh kebencian, dendam, saling mengejek, trauma bahkan terjadi pembunuhan juga karena persoalan cinta. Wah, kalau dibiarkan, apa kata Dunia! Makanya, aku pikir Anak-anak Tuhan perlu dapatkan pemahaman yang benar tentang prinsif cinta sesuai Firman Tuhan. Ya, intinya sebagai Anak-anak Tuhan kita harus banyak belajar! Khususnya, belajar cinta yang Alkitabiah. Sehingga perjalanan dalam pencarian cinta sejati, nggak ternoda karena ketidakmengertian.

Bukankah ketidakmengertian itulah yang sering bikin kita salah dan terjatuh. Makanya, sudah seharusnya cinta mencerdaskan. Bukan membuat orang lupa bahkan nggak mampu lihat kebenaran. Apa kita harus setuju kalau cinta itu buta? Bahkan sampai membutakan pikiran, perasaan dan tindakan kita? Kalau buta dalam arti, menerima apa adanya dan nggak pedulikan gimana penilaian orang terhadap kekasih (masa lalu) memang nggak jadi soal. Tapi kalau buta, dalam arti nggak mampu lihat yang baik apalagi lihat kebenaran, berarti ada yang salah dalam konsep kita.

Sekarang, sudah waktunya membangun konsep yang benar. Dan, yang benar itu harus bersumber dari Alkitab. Bukan yang lain! Percayalah, kebingungan tentang cinta, akan terjawab dalam buku ini. Kalau nggak mau ribet ama cinta, baca aja buku ini. Dan pastikan dalam kekosongan hatimu akan menemukan kegairahan karenanya. Jangan biarkan hatimu hampa tanpa mencintai. Cinta itu indah!

AWAL YANG MENYEMANGATI

Penerbitan buku ini terlambat!

Awalnya, artikel ini aku publikasikan di blog pribadi (www.blogkornel. wordpress.com) dalam kategori ”cinta.” Sampai ada temen-temen yang kasih komentar: ”wah, semangat n maju trus bro…aku dukung, siapa tahu ntar kamu bisa jadi doktor cinta!” Ya, aku makasih atas komentarnya. Serius, hal itu memotivasi sekaligus terpikir olehku untuk menjadikannya buku.

Namun butuh waktu lama, sebelum akhirnya buku ini jatuh ditangan Anda. Bukan karena males lanjutin nulis atau karena pikiran buntu. Tapi, karena masalah ”sindrom kurang pede.” Ya, soalnya orangnya sedikit perfek. Antara puas dan nggak puas. Antara yakin dan nggak yakin. Tapi, akhirnya yakin ajalah. Dan benar, pemampuan Tuhan nyata. Luar biasa pertolongan-Nya!!!

Tapi…mungkinkah, aku jadi doktor cinta?

Kuliahnya dimana?

Ya, cuma sayangnya belum ada, S-3 (Doktor) Jurusan Cinta di Indonesia. Jangankan S-3 atau S-2, S-1 aja nggak ada. Jangankan jurusan, mata kuliahnya juga nggak ada. Coba ada, mungkin banyak yang masuk.

Salah satunya aku.

Sorry, sedikit narsis!

Kalau ada, sepakat ya kita namakan mata kuliahnya ”cintalologi.” Wah, seru habis pasti! Apalagi Mahasiswa Theologia, kayaknya perlu, soalnya banyak kasus SK (droup out) karena masalah cinta.

Tapi, mungkinkah program Doktor cinta akan ada?

ANTARA MASALAH CINTA DAN CINTA BERMASALAH

Realita membuktikan bahwa cinta itu indah. Namun, kegagalan dimasa lalu diantara pribadi yang ngalami cinta, membuat cinta semakin nggak bermakna. Seseorang nggak tahu bahwa cinta adalah proses yang nggak mudah untuk dijalani. Ada perbedaan, baik budaya maupun karakter diantara pribadi yang ngalami cinta. Dan, terkadang pribadi itu nggak sanggup menjalaninya.

Ketidaksanggupan itulah yang menyebabkan cinta jadi masalah. Bahkan nggak sedikit yang enggan menjalin cinta. Ditambah, pengalaman kegagalan dimasa lalu membuat seseorang trauma untuk mengalami cinta kesekian kalinya. Ingat, cinta sebuah proses. Didalamnya, butuh waktu, pengorbanan dan komitmen. Cinta proses karena itu mencintailah!

Sekali lagi, cermati dengan baik; apakah masalah cinta yang Anda hadapi atau cinta Anda yang bermasalah? Jika masalah cinta, semua orang pasti pernah alami (umum). Anda nggak usah takut, hadapi masalah itu. Karena lari dari masalah bukan jalan keluar terbaik. Tapi, jika cinta bermasalah (nggak direstui, hamil sebelum nikah, dan sebagainya) Anda perlu bantuan. Anda perlu terbuka. Anda butuh pertolongan. Anda butuh pengakuan dosa.

MENYIMAK SOAL CINTA

Masalah cinta memang menarik untuk disimak. Apalagi kisahnya, membawa kebahagian tersendiri bagi yang mengalami maupun yang mendengarnya. Namun bagi kebanyakan orang, cinta seperti belati tajam bermata dua. Kadang menyemangati, kadang mematahkan semangat. Kadang memberi rasa pada kehidupan, kadang membuat tawar hati. Apalagi, kalau sudah patah hati. Uh…menyakitkan! Mengapa bisa begitu? Yuk…kita cari jawabnya dari Alkitab.

Dalam Alkitab, cinta memiliki kisah dan dimensinya sendiri. Hampir-hampir sulit untuk dipahami. Ingat, apa yang dialami oleh Amnon dan Tamar? Ditulis dalam Alkitab bahwa Amnon cinta pada Tamar, bahkan saking cintanya ia sampai jatuh sakit. Kemudian ia pura-pura sakit (berbohong) untuk bisa deketin Tamar. Tidak hanya itu, ia bahkan sampai tega memperkosa Tamar. Cinta membuat Amnon nggak bisa lihat mana yang boleh dan mana yang nggak boleh. Tepatnya, Amnon dibutakan matanya karena cinta. Padahal, mereka berdua masih bersaudara.

Menariknya, kisahnya tidak berhenti disitu. Setelah memperkosa Tamar, Amnon justru menaruh kebencian mendalam kepada Tamar. Bukannya semakin sayang, tapi justru benci. Singkat cerita, akhirnya Absalom membunuh Amnon (2 Sam. 13: 23-39). Sungguh tragis! Gara-gara cinta, pembunuhan terjadi. Dan, kita bisa saja jadi bertanya, kenapa ini bisa terjadi? Apa sebabnya? Sulit memang, tapi inilah cinta.

Ada kisah menarik lain, yakni kisah cinta antara Yakub dan Rakel. Mengapa menarik? Sebab disisi lain cinta membawa dampak negatif bagi pelakunya, tapi nggak bagi Yakub. Demi cinta justru Yakub rela lakukan apapun. Ia rela berkorban demi Rakel. Ia rela bekerja selama bertahun-tahun, dan semuanya dilakukan karena cinta. Nah, bisa dilihatkan gimana cinta itu. Disi lain, membawa dampak negatif tapi disisi lain membawa dampak positif.

DIMENSI CINTA

Cinta punya dimensinya sendiri-sendiri. Tidak jarang demi cinta seseorang bisa melakukan kebohongan, tidak terbuka dan melakukan pembunuhan (seperti kisahnya Amnon dan Tamar). Tapi disatu pihak, demi cinta, berkorban baik perasaan, waktu, tenaga maupun harta (seperti Yakub dan Rakel). Mengapa bisa begitu? Dan, gimana caranya agar cinta bisa berkorban? Semua jawabannya akan dibahas tersendiri dalam bab berikutnya.

Coba lihat, berapa banyak anak-anak muda terjatuh gara-gara cinta. Mereka terlibat perkelahian dengan teman sendiri karena rebutan pacar. Terlibat minuman keras, perjudian, seks bebas, perilaku seks menyimpang (lesbian dan homoseksual) lagi-lagi juga karena cinta. Koq bisa? Iya, semuanya dilakukan karena pelarian. Boleh dibilang, mekanisme pelarian.

Awalnya, mungkin pernah ditolak, gagal membangun hubungan, diputus pacar secara sepihak tanpa alasan jelas atau bahkan dikhianati. Ingat, semuanya bisa membawa dampak serius terjadinya masalah-masalah dalam hidup. Kalau nggak cepat diselesaikan, akhirnya banyak yang takut (trauma) menjalin cinta. Mereka lebih suka menyendiri karena takut kalau disakiti lagi. Jika ada laki-laki atau wanita yang deketin, mereka lebih senang menjauh. Sampai kapan hal ini dibiarkan?

Saya ingat betul, waktu pelayanan di Salatiga. Saat itu saya dengan team “School of Healing,” memberikan pelatihan pelayanan Konseling. Pada waktu berdoa, ada seorang wanita yang sangat gelisah dan teriak-teriak. Saya dekati dan berdoa untuk dia. Saya minta Tuhan singkapkan apa yang sebenarnya terjadi. Saya diagnosa masalahnya, dan ternyata ada trauma. Penyebabnya, ia pernah punya cowok seorang hamba Tuhan. Waktu pamitan pergi pelayanan, ia tertabrak truk dan akhirnya meninggal. Peristiwa itu begitu memukul perasaannya. Dan sulit baginya melupakannya. Ia merasa bersalah karena cowoknya meninggal didepan dia setelah pamitan pergi pelayanan.

Selang beberapa tahun, ia ketemu dengan seorang cowok dan hamba Tuhan juga. Mereka pacaran tapi kisahnya sama, meninggal tertabrak truk di depan dia. Dia lihat peristiwa itu secara langsung. Itu membuat dia semakin merasa bersalah. Ia bingung kenapa hal ini bisa terjadi? Akhirnya, ia putuskan nggak akan pacaran bahkan nikah sama hamba Tuhan (maklum sudah dua kali pacaran semuanya meninggal dengan pola sama).

“Apa aku ini bawa sial?”

“Apa aku nggak boleh mencintai Hamba Tuhan?” tanyanya pada saya.

Anda bisa bayangkan, gimana perasaan wanita ini. Bertahun-tahun ia hidup dalam ketakutan. Bayang-bayang “aku membawa sial,” melekat kuat dalam hati dan pikirannya. Keputusan yang dibuat “nggak akan nikah,” merenggut kebahagiannya dengan orang lain. Padahal ia bisa bahagia. Ia berhak ngalami kebahagian. Bahkan berhak bebas, nentukan siapa yang akan dicintai. Tapi, peristiwa itu merenggut semuanya. Keputusannya sekarang sudah bulat, “nggak akan nikah.”

Apabila sudah seperti itu, maka perlu adanya pelayanan pemulihan. Pemulihan baik cintanya sendiri maupun pribadi yang ngalami cinta. Gimana pemulihan cinta terjadi? Dan gimana pula pemulihan terhadap pribadi yang mengalami cinta bisa terjadi? Ingat, cinta adalah baik. Kalau cinta membuat orang melakukan perbuatan negatif bahkan berperilaku aneh, berarti ada yang nggak beres.

Pemulihan cinta, semuanya butuh proses. Seperti cinta – butuh waktu, butuh pengorbanan dan butuh komitmen dan semuanya merupakan proses. Dan, hal itu nggak jalan dengan gampang. Butuh adanya keterbukaan. Butuh komitmen tulus, agar pemulihan benar-benar terjadi. Sahabat, apa yang kamu takutkan. Anda berhak mencintai dan dicintai. Anda berhak ngalami kebahagian karena cinta. Anda berhak berduaan. Anda berhak jalan bersama. Bahkan Anda berhak hidup bersama dengan kekasih Anda dalam ikatan nikah kudus. Anda berhak bahagia. Karena cinta milik anda.

Selamat berjuang!

Cinta butuh pemulihan karena itu mencintailah!

Belum Ada Tanggapan to “CINTA PROSES KARENA ITU MENCINTAILAH”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: