"PAPUA HEALING MINISTRY"
"Komunitas Yang Bertumbuh"

Masalah Besar Anak Muda

Cinta yang sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui. – Anonim

4u1Hai, sobat muda! Saya mau bagi-bagi ilmu dan pengalaman, nih. Tahu nggak sih kalian, apa masalah besar yang dihadapi anak-anak muda dari sejak dulu? Masalah besar yang dihadapi para remaja dan pemuda Kristen adalah masalah percintaan. Ya, masalah cinta. Koq bisa? Apa buktinya? Suatu hari saya diundang pelayanan kaum muda di salah satu Gereja di kota Solo, saya bagikan renungan tentang pengampunan. Selanjutnya, saya mengajak kaum muda yang hadir agar belajar terampil mengampuni. Mereka mungkin pernah disakiti, dikhianati, ditinggal pacar tanpa alasan, dan itu tentu menyakitkan. Bahkan mereka mungkin pernah mengalami kepahitan karena menyaksikan teman bahkan keluarga gagal membina keluarga.

Lantas selesai khotbah, ada seorang pemuda yang datang dan bercerita, kalau sebenarnya habis ibadah dia sepakat sama temen-temennya mau pukulin temannya sendiri karena dia anggap merebut pacarnya. Intinya, teman makan teman gitu dech. Atau, seperti lagu itu tu…pagar makan tanaman. Sadis juga ya! Tapi, itulah sekelumit kisah nyata yang dialami salah satu kawan seiman kita. Gara-gara ditinggalin pacarnya, pake main pukul-pukulan segala. Untungnya, nggak jadi karena lebih dulu dengar Firman Tuhan. Apa jadinya ya, kalau hari itu dia ga sempat dengar Firman Tuhan. Pasti bisa nebak dech, apa yang akan terjadi. Ya, pasti ada penghuni RS baru.

Ada lagi satu kisah menarik lainnya. Hari itu saya pulang kerumah di Pati, Semarang. Ditengah perjalanan menuju ke rumah, saya ketemu teman lama dan ia berkata; “gagal,” “gagal,” “gagal.” “Semua wanita sama!,” tegasnya ke saya dengan keras. Tahu ngga apa yang terjadi? Selidik demi selidik, ternyata kawan saya ini, sebulan sebelumnya konsultasi by phone ke saya kalau mau nembak cewek (bukan nembak beneran ya!). Ya, lagi-lagi dia punya masalah yakni rasa takut. Takut ditolak gitu dech. Saya mendorong dia untuk coba berani ungkapkan perasaannya secara jujur. Singkat cerita dia nyiapkan segala sesuatunya, bahkan sampai hafalin kata-kata mutiara. Ah, ribet pokoknya critanya. Tapi tahu nggak? Ternyata ketika ungkapin perasaan ke wanita pujaan hatinya, ia lupa. Kalian pasti ngerti apa penyebabnya kan? Rasa takut lebih besar dibanding rasa cinta. Ngga bisa ungkapin perasaan yang ada, akhirnya ia ditolak. Kasihan! “Apakah semua wanita akan selalu seperti ini?, ia bertanya. “Tidak,” kata saya, “nggak semua wanita sama, kamu harus terus berusaha dapatkan dia.” Ia mengangguk dan terdiam. “Aku mencintainya,” katanya. “Makanya, terus berjuang dan jangan menyerah.” “Tapi aku takut dan malu,” katanya. Selanjutnya, ia pergi dan nggak tahu apa yang kemudian di lakukannya. Tapi, yang saya ingat, ia membalikkan badannya dan sambil berkata. Wanita semua sama! Wanita suka menolak! Wanita suka pilih-pilih! Awas, jangan ditiru ya, banyak penghakiman! Iya, dia hakimi semua wanita. Untungnya, mamanya, neneknya (sama-sama wanita) ngga ikut dihakimi. Nah, dalam beberapa tahun kerkecimpung dalam pelayanan, saya semakin yakin bahwa para remaja dan pemuda perlu mendengar prinsif tentang cinta. Ketidakmengertian terhadap hal ini, biasanya menghambat kehidupan, kerohanian, terlebih pelayanan seorang muda. Berapa banyak anak muda – menjadi pasif, tidak bereaksi, mati langkah – karena tidak memahami “apa itu cinta” dan “bagaimana menemukan dan menjaga cinta.” Ingat, jatuh cinta mudah tapi menjaga dan berkomitmen terhadap cinta tidak mudah lho.

Belum Ada Tanggapan to “Masalah Besar Anak Muda”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: