"PAPUA HEALING MINISTRY"
"Komunitas Yang Bertumbuh"

TUNTUTAN-TUNTUTAN ASASI DALAM TEOLOGI PERJANJIAN LAMA

_joy_1Alkitab sebagai sumber utama dari semua materi yang masuk ke dalam ilmu teologi, sehingga seorang theolog dituntut untuk menyusun materi pemberian Allah dalam urutan yang logis dan ilmiah. Sebagai seorang yang Alkitabiah, ia tidak hanya dituntut untuk menghargai Alkitab sebagai satu-satunya yang dapat dipercaya kehidupan iman dan praktek, tetapi juga harus mengakui Alkitab sebagai satu-satunya sumber yang dapat dihubungkan dengan informasi dalam dunia dimana penyataan ilahi itu diberitakan.

Keilmuan dari Theologia

Ilmu pengetahuan secara khusus hanya dapat dimungkinkan apabila terdapat tiga syarat yang berkombinasi, yaitu; pertama, keberadaan yang aktual dari obyek, yang olehnya ilmu itu dikerjakan; kedua, adanya kapasitas subyektif dari pikiran manusia untuk mengenal obyek itu; ketiga, tersedianya alat-alat tertentu yang dapat membawa obyek tersebut dalam kontak dengan pikiran. Theologia memungkinkan hal itu, karena dapat memenuhi ketiga syarat tersebut. Syarat-syarat yang terpenuhi dalam theologia adalah sebagai berikut;

Tuhan Ada
Keilmuan dari theologia dimungkinkan oleh latarbelakang keberadaan Sang Allah yang memiliki hubungan dengan alam semesta. Allah adalah Pribadi yang berada, pencipta dan secara aktif mengontrol ciptaan-Nya. Allah tetap ada (immanent) dalam ciptaan karena itu tidak ada keberadaan dan kegiatan yang tanpa Dia.
Dalam hal ini A.B. Davidson menulis;
“Bagaimana manusia bisa menentang kalau Tuhan itu bisa dikenal, saat mereka terbujuk mengenal Dia, saat mereka bersekutu dengan-Nya, saat kesadaran dan seluruh pikiran mereka dipenuhi dengan pikiran mengenai Dia, dan saat melalui Roh-Nya Dia menggerakkan mereka, dan mengarahkan keseluruhan sejarah mereka?” (The Theology of the Old Testament, p. 13).
Demikian juga halnya para penulis Perjanjian Lama, mereka tidak pernah merasa terdorong untuk membuktikan keberadaan Tuhan. Keberadaan-Nya tidak pernah mereka pertanyakan; hanya orang bodoh yang bisa berkata, ”tidak ada Tuhan” (Maz. 14:1; 53:2). Keberadaan Tuhan merupakan satu-satunya hal yang memberikan stabilitas bagis segala hal lainnya.
Tuhan Menyatakan Diri
Eksistensi manusia membawa gambar dan rupa Allah, karena itu Allah dapat menyatakan diri kepada manusia dan sebaliknya manusia dapat mengenal Allah. Inipun ditolak dengan alasan karena kita hanya dapat mengetahui fenomena saja,hanya yang mengandung analogi dengan pengalaman dan sifat kita yang alami, dapat mengetahui hanya yang dapat kita pahami, hanya yang dapat kita ketahui secara menyeluruh bukan sebagian. Penolakan juga dikarenakan adanya pengertian bahwa mengetahui itu adalah untuk memberi batasan atau mendefinisikan, sedangkan kita tidak mungkin mengenal yang Absolut Tak Terbatasi itu dan yang Tak Terbatas tak terdefinisikan itu. Meskipun demikian, Alkitab berbicara lain, bahwa Dia membuat kehendak-Nya diketahui dan Tuhan telah berbicara kepada manusia.

Materi Dalam Theologia
Seluruh Perjanjian Lama adalah keseluruhan materi yang harus digunakan dalam membangun Theologia Perjanjian Lama.
Sumber-sumber
@ Allah sebagai Sumber
@ Alkitab dan alam semesta sebagai sumber
Keterbatasan Theologia

Theologia terbatas karena pikiran manusia terbatas.
Theologia terbatas karena pengetahuan kita terhadap Alkitab tidak lengkap.
Theologia terbatas karena bahasa yang tidak memadai untuk mengekspresikan dan memformulasikan kebenaran.
Theologia terbatas karena kurangnya ketajaman rohani yang diakibatkan oleh keadaan berdosa.

c. Metode Dalam Theologia
Istilah “metode” berasal dari kata Yunani “metahodos” secara harafiah berarti “menurut jalan (tertentu). Dalam hubungan dengan penyusunan suatu ilmu theologia diperlukan cara atau jalan tertentu untuk mencari dan mencapai maksud tersebut.
Dari sekian banyak metode yang digunakan dalam menyusun teologi Perjanjian Lama kita akan hanya mempelajari dua metode utama saja yang sangat berpengaruh pada abad ini dan yang dapat juga digunakan oleh seorang Theolog. Macam-macam metode dalam theologia Perjanjian Lama.
Metode Penampang Silang (Cross-Section Method).
Metode ini juga disebut “tipe teologi Perjanjian Lama yang structural” karena menguraikan garis besar teologi P.L. dengan menggunakan kategori-kategori yang dipinjam dari teologi sistematika, sosiologi atau dengan memilih beberapa prinsif teologis saja. Contoh; Walter Eichrodt, “Theology of the O.T,” dll.
Metode Diakronis.
Metode diakronis berusaha untuk menguaraikan teologi yang berlaku pada tiap masa dan zaman sejarah Israel. Sayag sekali yang biasanya menjadi pusat perhatian para promoter metode ini ialah iman dan pengalaman masyarakat religius pada tiap zaman. Contoh dari pelopor metode ini ialah; Gerhard Von Rad, “O. T. Theology.”

Belum Ada Tanggapan to “TUNTUTAN-TUNTUTAN ASASI DALAM TEOLOGI PERJANJIAN LAMA”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: