"PAPUA HEALING MINISTRY"
"Komunitas Yang Bertumbuh"

MEMUTUSKAN HUBUNGAN SECARA KRISTIANI

Idealnya dalam berpacaran hal putus memutus dijauhkan, bahkan kalau bisa tidak dibiasakan (Seperti lagunya BBB: “Putus Nyambung”). Tetapi realita membuktikan bahwa inilah yang sering terjadi dikalangan anak muda, bahkan anak muda Kristen. Sehingga dampak dari hal ini baik secara psikis maupun sosiologis sangat besar. Banyak yang akhirnya mengakhiri pertemanan/persahabatan dengan permusuhan gara-gara pemutusan hubungan.

Pertanyaannya, bagaimana pemuda-pemudi Kristen memberi sikap? Diperbolehkan tidak memutuskan hubungan? Bagaimana memutuskan hubungan secara kristiani? Seberapa jauh putus memutus dalam pacaran harus dilakukan? Jawaban atas semua pertanyaan ini memang tidak mudah sebagaimana tidak mudah juga ketika kita membuat komitmen dan berusaha melakukannya. Tetapi terpenting adalah komitmen kita ketika perpacaran.

Memutuskan pacar tentu boleh-boleh saja yang tidak diizinkan adalah ketika kita memutuskan hubungan. Sesakit apapun perasaan kita terhadap mantan pacar kita, kita harus memiliki keberanian dan kedewasaan untuk mengampuni dan menjaga hubungan tetap baik. Kalaupun kita memang harus mengakhiri hubungan “perpacaran” tidak berarti harus saling bermusuhan atau saling membenci. Kalau hal ini terjadi kesaksian kita sebagai anak Tuhan pasti akan jelek.

Belum Ada Tanggapan to “MEMUTUSKAN HUBUNGAN SECARA KRISTIANI”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: