<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>&#34;MENJADI PENIRU KRISTUS&#34;</title>
	<atom:link href="http://blogkornel.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blogkornel.wordpress.com</link>
	<description>&#34;Komunitas Yang Belajar&#34;</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Nov 2011 14:58:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='blogkornel.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/32a2ac99d710dfc9b34826b5d061de98?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>&#34;MENJADI PENIRU KRISTUS&#34;</title>
		<link>http://blogkornel.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://blogkornel.wordpress.com/osd.xml" title="&#34;MENJADI PENIRU KRISTUS&#34;" />
	<atom:link rel='hub' href='http://blogkornel.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>MIMPI SEORANG LAJANG!</title>
		<link>http://blogkornel.wordpress.com/2010/10/19/mimpi-seorang-lajang/</link>
		<comments>http://blogkornel.wordpress.com/2010/10/19/mimpi-seorang-lajang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Oct 2010 07:11:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kornelius sutriyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gereja dan Pelayanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogkornel.wordpress.com/?p=444</guid>
		<description><![CDATA[Kadang aku ngerasa cape n letih. Berdoa. Berpuasa. Semua udah aku lakukan, tapi koq&#8230; jodoh nggak segera datang-datang? Cewex hanya mondar-mandir di depanku, tapi tak bisa kudapatkan. Pemandangan dari tahun ke tahun sama, lihatin cowox dengan cewexya; makan bareng, ke Mall gandengan tangan, boncengan motor berdua, sampai dikejar anjing pun berdua. &#160; Apa ndak ngiri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogkornel.wordpress.com&amp;blog=6566020&amp;post=444&amp;subd=blogkornel&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Kadang aku ngerasa cape n letih. Berdoa. Berpuasa. Semua udah aku  lakukan, tapi koq&#8230; jodoh nggak segera datang-datang? Cewex hanya  mondar-mandir di depanku, tapi tak bisa kudapatkan. Pemandangan dari  tahun ke tahun sama, lihatin cowox dengan cewexya; makan bareng, ke Mall  gandengan tangan, boncengan motor berdua, sampai dikejar anjing pun  berdua.<span id="more-444"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Apa ndak ngiri liat itu?</span></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Yang lain  emang ngiri, tapi kalau dikejar anjing sorry ya kalo ngiri! Gt aja koq  ngiri. Tapi jujur (gayanya, kayak bisa jujur aja), dalam hati aku  berkata, “kapan itu terjadi dalam hidupku.” Mmm&#8230;&#8230;..  Ssssssssssssttt&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; ngarep nich yee&#8230;.!!!!</span></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Jatuh  cinta sih pernah. Sekali. Dua kali, Bahkan tiga kali. Tapi semua tak  berujung. Cintaku bertepuk sebelah tangan. Mungkin juga salahku. Ada  yang mau ama aku, ee&#8230;.malah akunya yang nggak mau. Giliran aku mau ama  dia (cwex maksudnya), ee&#8230;malah dianya yang kagak mau. Terakhir, aku  mau ama dia, ee&#8230;.dianya juga mau. Ssssttt&#8230;.tapi, mau muntah!  Wkwkwkw. Kalau kayak gt critanya, apa nggak buat aku tambah kecewa n  sakit hati. Untung udah kenal Tuhan, kalau belum gimana jadinya yach?  Sakit hati. Kecewa. Nulis gede-gede di kamar, “STOP! CEWEX DILARANG  MASUK DALAM KEHIDUPANKU!” Kapan penolakan pergi dari hidupku. Heee&#8230;.</span></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Butuh  waktu lama untuk menyadari bahwa segala sesuatu ga datang semudah  membalikan telapak tangan. Termasuk juga cinta. Tapi, aku belajar saat  aku percaya ada waktu n cara Tuhan yang terbaik, rasanya semuanya bisa  kujalani dengan enjoy. Jalanku emang nggak semulus apa yang dapat  kubayangkan. Tapi paling nggak mengajariku tuk percaya dengan  kesungguhan hati – bahwa Dia mengerti n peduli! Pasti ada seorang  terbaik disana yang pantas aku tunggu selama ini. Mungkin dia juga  ngerasain hal yang sama kayak aku. Sedang menunggu n bergumul tentang  sosok idaman&#8230;.wow, luar biasa!</span></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Tapi sementara percaya,  aku pun harus ngalahkan musuh dalam diri. Mau tahu apa? Musuhnya adalah  ngerasa kesepian n tak ada temen share. Waktu pun kujalani n kuhabiskan  dalam keinginan-keinginan kecil yang berharap terjadi indah dalam  hidupku. Hadirnya seorang sosok wanita yang membuat lengkap n utuh  hidupku; aku bisa bertumbuh dengannya di dalam Tuhan, cinta pelayanan,  mengasihi sesama (terlebih menyangkut hidup n kebutuhan orang banyax),  mengasihi Tuhan seumur hidupnya, bisa menerima aku apa adanya (bukan pas  ada apanya diterima) n siap hidup bahagia bersamaku n Tuhanku.</span></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Ya&#8230;q  emang nggak tahu kapan n dengan siapa itu terjadi. Satu hal yang  kutahu, Tuhan nggak pernah terlambat koq dalam menyediakan. Bahkan yang  kutahu, Ia sudah menyiapkan n tinggal mempertemukannya aja. Ia ‘kan  Tuhan yang bekerja secara sempurna, memampukan anak-anaknya yang percaya  n berserah pada-Nya. Itulah mimpiku&#8230;itulah perasaanku yang  sesungguhnya&#8230;.itulah cita n inginnya hatiku&#8230;.yang berharap pasti  terjadi menurut waktu n cara Tuhan. Inilah mimpi n doa seorang lajang!</span></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Guys,  jangan pernah putus asa. Hope. Dia pasti bertindak bagimu. Terpenting  adalah tetaplah hidup dalam kekudusan. Jangan sia-siakan masa mudamu  dengan hidup dalam penyesalan mendalam karena engkau nodai kekudusanmu.  Yesus mengasihimu!</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Thanks,</p>
<p>Bapaku yang baik.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogkornel.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogkornel.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogkornel.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogkornel.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blogkornel.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blogkornel.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blogkornel.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blogkornel.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogkornel.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogkornel.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogkornel.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogkornel.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogkornel.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogkornel.wordpress.com/444/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogkornel.wordpress.com&amp;blog=6566020&amp;post=444&amp;subd=blogkornel&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogkornel.wordpress.com/2010/10/19/mimpi-seorang-lajang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ead526052755f46ca294b5785923d80?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">korneliussutriyono</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>REBUT WARISANMU (Bil. 27: 1-7)</title>
		<link>http://blogkornel.wordpress.com/2010/10/17/rebut-warisanmu-bil-27-1-7/</link>
		<comments>http://blogkornel.wordpress.com/2010/10/17/rebut-warisanmu-bil-27-1-7/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Oct 2010 06:22:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kornelius sutriyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rebut Warisanmu]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[kristen]]></category>
		<category><![CDATA[rebut]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[warisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogkornel.wordpress.com/?p=438</guid>
		<description><![CDATA[By; Ev. Kornelius Sutriyono, S.Th* NATS INI mengisahkan kegigihan perjuangan anak-anak Zelafehad dalam merebut kembali warisan mereka. Kelima putri Zelafehad menolak untuk berdiam diri dan membiarkan orang lain merampok warisan yang menjadi hak mereka. Berdasarkan tradisi yang berlaku di Israel, warisan; tanah pusaka – hanya diberikan kepada anak laki-laki. Jika sebuah keluarga tidak memiliki anak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogkornel.wordpress.com&amp;blog=6566020&amp;post=438&amp;subd=blogkornel&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>By; Ev. Kornelius Sutriyono, S.Th*</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">NATS INI mengisahkan kegigihan perjuangan anak-anak Zelafehad dalam merebut kembali warisan mereka. Kelima putri Zelafehad menolak untuk berdiam diri dan membiarkan orang lain merampok warisan yang menjadi hak mereka. Berdasarkan tradisi yang berlaku di Israel, warisan; tanah pusaka – hanya diberikan kepada anak laki-laki. Jika sebuah keluarga tidak memiliki anak laki-laki, maka warisan keluarga secara otomatis akan diberikan kepada kerabatnya (ay. 4). Ketentuan itu sudah mengikat selama bertahun-tahun. Anak-anak Zelafehad tentunya tahu tentang ketetapan itu. Menariknya, mereka menganggap keputusan itu tak tepat! Mereka menganggap hal itu tak adil! Kelima Perempuan ini menentang apa yang begitu saja disodorkan kepada mereka. Mereka menolak mengakui yang salah sebagai benar. Mereka percaya bahwa Ayah mereka telah meninggalkan warisan begitu banyak bagi mereka.<span id="more-438"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Kebenaran ini penting (secara rohani); Bapa kita di Surga telah meninggalkan banyak warisan bagi kita! Anda harus mengakui bahwa Bapa di Surga telah meninggalkan banyak warisan bagi Anda! Jadi, jangan biarkan orang lain membodohi bahkan membohongi Anda – Anda tak memiliki apa-apa di dunia ini! Pertanyaan penting dan patut direnungkan adalah; sudahkah Anda mengakui dan percaya kebenaran ini?</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">______________________________________</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">BAPA ANDA DI SURGA TELAH MENINGGALKAN BANYAK WARISAN BAGI ANDA!</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">______________________________________</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Banyak anak-anak Tuhan sedang sekarat karena ada kecenderungan menerima begitu saja. Sulit membedakan “menerima” karena berserah atau “menerima” karena frustasi. Setiap orang memiliki kecenderungan untuk menerima “begitu saja” sesuatu yang “kurang dari yang terbaik.” Tapi tidak untuk kelima Putri Zelafehad. Menanggapi hal itu, mereka tak tinggal diam ketika warisan mereka direbut orang lain. Mereka tak merebut secara fisik karena mereka Perempuan. Tapi, perjuangannya untuk berani mengemukakan persoalan itu kepada Musa, merupakan hal yang luar biasa. Mereka bangkit dan melaporkan “kejanggalan” itu kepada Musa. Dan, Musa pun melaporkannya kepada Tuhan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Apa yang bisa kita pelajari dari nats ini?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong><em>Pertama</em></strong><strong>, sebagai Pemimpin Musa mendengar suara umatnya.</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Perhatikan dalam ayat 1, dikatakan “kemudian mendekatlah” dan ayat 2 “berdiri di depan Musa.” Ini menunjukkan bahwa Musa mengijinkan mereka untuk berkomunikasi menyampaikan pendapat mereka. Lebih menariknya lagi, suara mereka di dengar Musa bahkan Allah. Jadi, perhatikan baik-baik, siapapun Anda &#8211; suara Anda di dengar oleh Allah. Ketika Anda sedang diperlakukan tak adil, Allah tahu hal itu. Ia menanti engkau untuk berani datang padanya dan mengungkapkan isi hatimu. Ia tahu kalau saat ini Anda sedang mengalami persoalan. Anda mungkin diperlakukan tak adil oleh suami atau istri Anda. Atau, mungkin oleh atasan Anda karena masalah gender atau keyakinan. Dengar baik-baik, Allah mendengar jeritan hatimu!</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong><em>Kedua</em></strong><strong>, menilai segala sesuatu secara kritis bukan kritik.</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Perhatikan ayat 4, dimulai dengan pertanyaan “mengapa?” Pertanyaan mengapa menuntut penjelasan secara factual dan konfrehensif bukan praduga. Anak-anak Zelafehad telah mngembangkan diri kritis dalam menilai segala sesuatu. Ia tak menerima begitu saja apa yang terjadi dan berlaku baginya. Mereka tidak mudah dipengaruhi suara-suara liar dalam menjalani hidup. Mereka mempertanyakan bukan mendiamkan keadaan yang dinilai keliru.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Nah, bagaimana dengan kita?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Kita justru diam karena diam identik dengan baik. Baik identik dengan benar. Jika seseorang banyak bertanya dinilainya tak patuh. Apakah hal itu benar? Tidak! Kita harus melatih diri sendiri dan orang lain untuk kritis menilai keadaan. Sebab jika tidak, kita cenderung menjadi pribadi yang kurang memiliki dan peduli. Kita harus melatih diri kita (baik Pemimpin maupun Jemaat) untuk kritis menilai keadaan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Apa yang dinilai?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Ada banyak hal yang perlu dinilai. Penilaian kita akan memberikan kontribusi positif bagi pemajuan yang sedang kita usahakan. Konteks Papua, sudahkah gereja kritis menilai keadaan, khususnya perkembangan umat Kristen di tanah Papua. Sudahkah gereja kritis menilai jalannya pemerintahan? Sudahkah aspirasi gereja di Papua didengar karena berkualitas? Sudahkah aspirasi gereja menjadi dominan di tanah Papua? Dalam arti, apakah kebijakan-kebijakan yang diambil ditanah Papua, disuarakan dari gereja dan berakar dari kebenaran Allah?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong><em>Ketiga, </em></strong><strong> berani merebut haknya.</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Banyak orang yang salah dalam hal “konfrontasi” apalagi orang-orang Kristen. Seringkali kita hanya “berserah” tapi tak pernah bertindak. Orang-orang Kristen di Papua, bertindakkah ketika kekristenan di tindas? Ketika kekristenan menjadi umat yang tak merdeka di bangsa yang medeka, apa yang telah dilakukan oleh kekristenan di Indonesia Timur? Di Papua banyak tanah-tanah yang begitu gampang dijual atau pun dimiliki oleh pendatang, pernahkah kita berfikir berapa puluh tahun kedepan, anak cucu kita (orang asli Papua) akan susah untuk mencari tempat tinggal? Pernahkah kita membayangkan mereka nanti akan beli dari pendatang? Tak perlu menunggu nanti, bahkan sekarang sudah terjadi!</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Nah, apa yang sudah dilakukan oleh orang Papua?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Saudara-saudara Muslim mereka bisa belajar sekaligus mengatur strategi berdasarkan fakta sejarah mengapa kekristenan hancur. Mereka dapat menganalisa mengapa kekristenan dulu bisa hancur? Apa yang membuatnya? Tapi, dapatkah orang-orang Kristen belajar mengapa orang-orang Islam hancur? Tidak ada dalam sejarah Muslim di suatu daerah musnah. Justru yang ada Islam mengalami perkembangan pesat kian hari kian tahun.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Sudah saatnya, wadah oikumene gereja di Papua (persekutuan gereja melewati batas denomasi) dihidupkan visi dan misinya kembali agar jelas. Sehingga pemikiran bersama untuk mengembangkan kekristenan dan membangun Papua yang lebih utuh – menjadi kota damai – dapat terwujud! Bisa dibayangkan jika aspirasi yang muncul semua berdasarkan kepentingan-kepentingan tertentu dengan tujuan-tujuan tertentu. Harusnya aspirasi masyarakat yang mengenal Tuhan yang dituntun Kristuslah yang diambil.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Dari mana itu berasal?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Apakah ada pemikiran yang lebih unggul dan bernilai dibandingkan pemikiran yang dituntun Kristus? Gereja harus memberikan aspirasinya kepada lembaga legislative khususnya ditingkat daerah. Sebab, legislative tidak bisa berbuat sesuatu jika tak ada aspirasi dari masyarakat. Seharusnya orang-orang percaya (gereja) menjadi sumber aspirasi bagi peradaban yang berubah, khusunya ditanah Papua.</span></p>
<p><em>*Penulis adalah seorang Hamba Tuhan yang semakin jatuh cinta terhadap Papua dan ingin melakukan lebih bagi pekerjaan Tuhan di Papua bahkan dunia.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogkornel.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogkornel.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogkornel.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogkornel.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blogkornel.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blogkornel.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blogkornel.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blogkornel.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogkornel.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogkornel.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogkornel.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogkornel.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogkornel.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogkornel.wordpress.com/438/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogkornel.wordpress.com&amp;blog=6566020&amp;post=438&amp;subd=blogkornel&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogkornel.wordpress.com/2010/10/17/rebut-warisanmu-bil-27-1-7/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ead526052755f46ca294b5785923d80?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">korneliussutriyono</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;MENGINJIL MELALUI MEDIA&#8221;</title>
		<link>http://blogkornel.wordpress.com/2010/08/22/menginjil-melalui-media/</link>
		<comments>http://blogkornel.wordpress.com/2010/08/22/menginjil-melalui-media/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Aug 2010 16:29:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kornelius sutriyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogkornel.wordpress.com/?p=427</guid>
		<description><![CDATA[MEDIA memiliki kekuatan besar yang sanggup menggeser dan mengubah paradigma seseorang. Bahkan bukan hanya paradigma, tapi sikap, tata nilai dan sistem yang berakar dan berkembang dimasyarakat. Pertanyaannya, bagaimana media sanggup melakukannya? Apa yang perlu dilakukan agar media sanggup melakukannya? Pertanyaan ini yang harus dijawab dan direnungkan sebagai sebuah usaha pemaksimalan media sebagai sarana mobilisasi yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogkornel.wordpress.com&amp;blog=6566020&amp;post=427&amp;subd=blogkornel&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#ff0000;">MEDIA</span> </strong><span style="color:#ff00ff;">memiliki kekuatan besar yang sanggup menggeser dan mengubah paradigma seseorang. Bahkan bukan hanya paradigma, tapi sikap, tata nilai dan sistem yang berakar dan berkembang dimasyarakat.</span> Pertanyaannya, bagaimana media sanggup melakukannya? Apa yang perlu dilakukan agar media sanggup melakukannya? P<span style="color:#800000;">ertanyaan ini yang harus dijawab dan direnungkan sebagai sebuah usaha pemaksimalan media sebagai sarana mobilisasi yang bersifat dinamis dan pembaharu.</span><span id="more-427"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Konteks Papua &#8211; khususnya dalam pengembangan gereja &#8211; media memiliki arti penting bagi peletakan pembaharuan gereja. Terlebih dalam usaha pemenuhan “Amanat Agung” – menyelamatkan dan membawa jiwa bagi Kristus. Bisa dibayangkan, jika media yang memiliki kekuatan besar di gabungkan dengan Injil yang adalah kekuatan Allah, maka dampaknya pasti besar. Untuk itu, gereja perlu menyadari arti penting media serta pemanfaatannya secara optimal. Dalam arti, media bukan lagi dipandang sebagai pelengkap dalam ibadah, tapi pendukung dalam pemberitaan Injil. Media dapat menjadi mitra bagi gereja dalam “Pewartaan Injil” sehingga banyak orang mengenal Kristus melalui media.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">(bersambung&#8230;)</span></p>
<p style="text-align:justify;">by; Ev. Kornelius Sutriyono, S.Th</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogkornel.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogkornel.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogkornel.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogkornel.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blogkornel.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blogkornel.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blogkornel.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blogkornel.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogkornel.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogkornel.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogkornel.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogkornel.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogkornel.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogkornel.wordpress.com/427/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogkornel.wordpress.com&amp;blog=6566020&amp;post=427&amp;subd=blogkornel&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogkornel.wordpress.com/2010/08/22/menginjil-melalui-media/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ead526052755f46ca294b5785923d80?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">korneliussutriyono</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>APA ARTI MILIKMU BAGIMU?</title>
		<link>http://blogkornel.wordpress.com/2010/07/23/apa-arti-milikmu-bagimu/</link>
		<comments>http://blogkornel.wordpress.com/2010/07/23/apa-arti-milikmu-bagimu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jul 2010 16:17:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kornelius sutriyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogkornel.wordpress.com/?p=418</guid>
		<description><![CDATA[“Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang Perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak Narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus.” &#8212; Markus  14:3 YESUS SEDANG MAKAN, saat seorang Perempuan datang membawa suatu buli-buli berisi minyak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogkornel.wordpress.com&amp;blog=6566020&amp;post=418&amp;subd=blogkornel&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;"><em><span style="color:#00ffff;">“Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang Perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak Narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus.”</span><span style="color:#0000ff;"> </span></em><span style="color:#0000ff;"><em>&#8212; Markus  14:3</em></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;">YESUS SEDANG MAKAN,</span> saat seorang Perempuan datang membawa suatu buli-buli berisi minyak Narwastu. Yesus bisa saja merasa kesal bahkan terganggu dengan kehadiran Perempuan yang datang kepada-Nya. Apalagi, kedatangannya tak tepat waktu! Ya, ia datang pada waktu Yesus sedang makan. Anda bisa bayangkan, pada saat Anda sedang makan tiba-tiba Anda kedatangan seseorang yang tak jelas maksud dan asalnya. Anda bahkan tak mengenalnya! Anda bisa saja kesal dan mengumpat, “Tak tahu apa, kalau aku lagi makan. Tidak bisa datang nanti-nantikah sehabis makan,” demikian kekesalan Anda. Anda dapat membayangkan situasinya; Anda sedang asyik makan, tapi tiba-tiba Anda kedatangan seseorang yang membawa minyak.<span id="more-418"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Selera makan Anda pasti terganggu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Anda tak kan bisa makan sampai habis tentunya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Ya, bau harum minyak itu tentu mengganggu. Meski minyak itu belum dibuka dan masih tertutup rapat, bau minyak itu pasti tercium juga. Tapi, bisakah sementara Anda makan, Anda mencium bau wangi?<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Tentu sulit bukan?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Yesus bisa saja terganggu dan kesal. Tapi, tidak! Alkitab memang tidak mencatat apakah Yesus masih melanjutkan makan atau tidak. Tapi, seandainya Yesus tak melanjutkan makan berarti Yesus adalah seorang pribadi yang bisa menghargai orang lain. Ia tak terganggu dengan kehadiran Perempuan yang datang kepada-Nya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Yesus tahu bagaimana menghargai orang lain. Ia tahu bagaimana menempatkan kepentingan orang lain diatas kepentingannya sendiri. <em>Bagaimana dengan Anda? Saat keasyikan kita diganggu orang lain, masihkah kita menghargai orang itu? Masihkah kita memberikan tempat bagi orang lain untuk merasakan kepedulian kita?</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><em><strong>PERTAMA, YESUS TAK TERGANGGU DENGAN ANDA</strong></em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;"><strong> </strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Seorang Perempuan datang. Siapa dia? Apa maksud kedatangannya? Penulis Injil Markus memang tak menjelaskan siapa Perempuan ini. Nampaknya, tak terlalu penting! Bagi Markus, terpenting adalah apa yang telah dilakukannya. Dalam Injil Yohanes dikatakan, Perempuan itu bernama Maria. Maksud kedatangannya sangat jelas yakni memberikan minyak  Narwastu yang dibawanya kepada Yesus &#8211; mengurapi Yesus!</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Ada beberapa pendapat mengenai identitas Perempuan itu. Dia merupakan Perempuan yang berdosa. Kemungkinan dia pernah mendengar pengajaran Yesus. Siapapun dia, Yesus tak pernah mempersoalkan identitasnya. Yesus tak pernah menghakiminya. Yesus menerima niat baiknya. Yesus menerima hidupnya dan pemberiannya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Apa yang dia bawa kepada Yesus?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Narwastu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Minyak itu sangat mahal. Minyak itu terbuat dari tanaman India yang sangat mahal. Tak semua orang bisa memilikinya. Perempuan itu, mungkin telah lama membelinya dan menyimpannya. Minyak itu sangat mahal, tapi mengapa justru diberikan kepada Yesus? Bukankah itu percuma? Bukankah itu pemborosan? Dari kisah ini, kita dapat belajar; apa yang kita berikan kepada Yesus tak pernah dinilai-Nya sebagai pemborosan. <span style="color:#0000ff;"><em>Apakah Anda bersedia memboroskan apa yang Anda punya bagi Yesus? Apakah Anda bersedia untuk memboroskan hidup Anda bagi Yesus? </em></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;"><em> </em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><em><strong>KEDUA, YESUS MENGUNJUNGI ANDA</strong></em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;"><strong> </strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Yesus berada di Betania. Betania merupakan sebuah desa satu mill lebih di sebelah timur Yerusalem di jalan menuju Yerikho dan disebelah tenggara Bukit Zaitun. Dikemukakan bahwa gulungan Laut Mati memuat bukti bahwa Betania sebenarnya merupakan koloni penderita Kusta.<a href="#_ftn1">[1]</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Yesus berada di Betania dan tinggal di rumah Simon Si Kusta. Penyakit Kusta merupakan penyakit menular, maka penderita penyakit ini dikucilkan dari masyarakat.<a href="#_ftn2">[2]</a> Apabila ia sembuh, harus diadakan upacara pentahiran oleh seorang imam (Im. 14: 2-20; Luk 1: 1-44). Yesus menyembuhkan penderita penyakit ini, bahkan ia mengunjungi Simon Si Kusta. Yesus tak takut tertular bahkan merasa kotor dengan mereka. Yesus menerima siapapun bahkan tak menolak siapapun.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Termasuk Anda!</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Dia menerima Anda tanpa syarat!</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Apa adanya!</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Menariknya, Yesus justru datang ke rumah Simon Si Kusta. Dia datang mengunjungi dia. Ini merupakan kebenaran yang luar biasa. <span style="color:#800080;"><em>Yesus mengunjungi Anda. Yesus tak pernah menganggap Anda orang asing. Dia tak pernah mengucilkan Anda. Dia datang kepada Anda dan menawarkan kasih-Nya, hingga Anda mengalami kasih-Nya secara sempurna.</em></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#800080;"><em><span style="color:#ff0000;">di tulis oleh, Ev. Kornelius Sutriyono, S.Th &#8211; - &#8220;MEnjadi PEniru Kristus&#8221;</span><br />
</em></span></span></p>
<p><span style="color:#800080;"><em> </em></span></p>
<hr size="1" /><a href="#_ftnref1">[1]</a>Kamus Alkitab, 57.</p>
<p><a href="#_ftnref2">[2]</a> 232.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogkornel.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogkornel.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogkornel.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogkornel.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blogkornel.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blogkornel.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blogkornel.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blogkornel.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogkornel.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogkornel.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogkornel.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogkornel.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogkornel.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogkornel.wordpress.com/418/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogkornel.wordpress.com&amp;blog=6566020&amp;post=418&amp;subd=blogkornel&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogkornel.wordpress.com/2010/07/23/apa-arti-milikmu-bagimu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ead526052755f46ca294b5785923d80?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">korneliussutriyono</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PANTASKAH MENGUTUK ISRAEL?</title>
		<link>http://blogkornel.wordpress.com/2010/06/04/pantaskah-mengutuk-israel/</link>
		<comments>http://blogkornel.wordpress.com/2010/06/04/pantaskah-mengutuk-israel/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jun 2010 05:30:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kornelius sutriyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gereja dan Pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[israel]]></category>
		<category><![CDATA[kutuk]]></category>
		<category><![CDATA[mengutuk israel]]></category>
		<category><![CDATA[palestina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogkornel.wordpress.com/?p=416</guid>
		<description><![CDATA[SIAPA PUN kita yang mencintai KEHIDUPAN, nilai-nilai kemanusiaan, kebebasan dan perdamaian pasti tak menutup mata dengan persoalan yang terjadi antara Israel dan Palestina. Apalagi, konflik yang terjadi antara Israel dan Palestina sudah berlangsung cukup lama, dan tak tahu sampai kapan akan berakhir. Belum lagi, peristiwa baru-baru ini, dimana tentara Israel menyerbu kapal yang ditumpangi para [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogkornel.wordpress.com&amp;blog=6566020&amp;post=416&amp;subd=blogkornel&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">SIAPA PUN kita yang mencintai KEHIDUPAN, nilai-nilai kemanusiaan, kebebasan dan perdamaian pasti tak menutup mata dengan persoalan yang terjadi antara Israel dan Palestina. Apalagi, konflik yang terjadi antara Israel dan Palestina sudah berlangsung cukup lama, dan tak tahu sampai kapan akan berakhir. <span style="color:#993300;"><span style="color:#0000ff;">Belum lagi,</span> peristiwa baru-baru ini, dimana tentara Israel menyerbu kapal yang ditumpangi para relawan kemanusiaan yang berasal dari berbagai negara. </span>Tindakan itu, tentu serentak menimbulkan berbagai kecaman, kutukan bahkan seruan untuk memboikot produk Israel. <em>Nah, sehubungan dengan itu apakah kita pantas mengutuk Israel?</em><span id="more-416"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Apa itu kutuk?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, disebutkan bahwa kutuk adalah; doa atau kata-kata yang dapat <em>mengakibatkan kesusahan atau bencana kepada seseorang</em>; kesusahan atau bencana yang menimpa seseorang disebabkan doa atau kata-kata yang diucapkan orang lain; laknat; sumpah. Sedangkan mengutuk, berarti <em>mengatakan (mengenakan) kutuk kepada</em>; menyumpah; melaknatkan; menyatakan dan menetapkan salah (buruk).<a href="#_ftn1">[1]</a> Kembali ke pertanyaan kunci, apakah pantas kita mengutuk Israel? Apakah umat beragama diperbolehkan untuk mengutuk? Kaitannya dengan apa yang dilakukan Israel, tindakannya memang tak bisa dibenarkan, tapi apakah harus mengutuk? Apakah tak ada cara lain, mengungkapkan kekesalan/kekecewaan selain mengutuk? Adakah cara yang lebih santun dan mencirikan karakter Indonesia dan umat beragama, selain mengutuk?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;"><em>Pertama,</em> asosiasinya dengan aspek humanis, sosiologis dan religiusitas tindakan Israel memang tak dapat dibenarkan, itu sebabnya menuai banyak kecaman. Khususnya, penembakan yang dilakukan terhadap para relawan. Hal ini dianggap sebagai kejahatan kemanusiaan.<a href="#_ftn2">[2]</a> Jika kecaman dan kutukan berdasarkan apa yang dilakukan oleh Israel (misal, pembantaian atau penembakan), mengapa kita tak melakukan pengutukan juga terhadap terorisme? Bahkan, jika kita mau kritis mengapa tak melakukan  pengutukan terhadap bangsa Arab? Mengapa? Sebab bangsa Kurdi tertindas oleh tiga Negara sesama; Turki, Irak dan Iran. Rakyat Kurdi menderita ditengah-tengah bangsa Arab sendiri! Rakyat Kurdi tak jarang jadi bulan-bulanan bagi mereka. Diantara mereka biasa saling ada konflik. Dan, itu tentu dapat dicontoh secara universal, bukan? Mengapa tak mengutuk? Apakah karena masalah suku atau agama? Ingat, jangan pernah bawa-bawa agama dan suku dalam hal ini. Berfikirlah lebih bijak!</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;"><em>Kedua,</em> konteks Indonesia yang mengatasnamakan sebagai bangsa beragama dan beradab, apakah dibenarkan mengutuk? Dimana letak beradab dan beragama, jika disisi lain orang beragama dan beradab justru mengutuk orang lain atau bangsa lain? Belajarlah dari sejarah. Raja-raja katolik gagal “mengebiri” eksistensi orang-orang Yahudi; kaum protestan pendukung Nazi (Hitler) gagal memusnahkan mereka; kaum komunis Rusia pun tak sanggup mencederainya; bahkan Presiden Uganda Idi Amin harus membayar mahal diakhir hidupnya, terasing dan terlunta-lunta oleh karena <em>mulutnya yang penuh kutuk</em> bukan saja kepada orang Yahudi, tapi juga kezalimannya terhadap rakyatnya sendiri yang nota bene adalah Nasrani.<a href="#_ftn3">[3]</a> Kalau Israel harus lenyap, mungkin sudah terjadi sejak masa Romawi, atau pada masa Hitler. Tapi, sejarah membuktikan, Israel tetap ada. Bangsa ini terus eksis hingga sekarang ini. Mengapa? Pikir sendiri ya…</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;"><em>Ketiga,</em> kita harus bijak. Mengutif apa yang dikatakan pujangga Jawa, kita harus eling lan waspada. Jangan membabi buta bahkan melakukan teror terhadap Negara-negara yang dianggap pro-Israel. Ini jelas tak bijak. Bangsa yang beragama harusnya bijak. Benar nggak?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;"><em>Keempat,</em> masalah Israel dan Palestina bukan hanya masalah politik, tapi teologis. Dan, penyelesaiannya pun harus dalam kerangka berfikir secara teologis. Masalah Israel dan Palestina tak kan kunjung reda, jika memakai pendekatan bersifat politis, apalagi gembar-gembor untuk melakukan tindakan kekerasan. Bagaimana pun juga kekerasan tak kan pernah menyelesaikan masalah! Itu justru akan semakin memperkeruh dan memperuncing masalah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;"><em>Kelima,</em> dalam kontek Pemerintahan Indonesia sudah seharusnya diwacanakan hubungan diplomatic Indonesia dan Israel<em> (Mengutif, pernyataan Anggota DPR Fraksi PKB dalam acara DEBAT di TV One). </em>Dan, ini sangat penting! Sebab, mewujudkan perdamaian bagi Palestina tak cukup berteriak-teriak di Indonesia. Harus ada tindakan yang lebih nyata. Sebab, konflik tersebut terjadi antara Israel dan Palestina, bukan Indonesia. Jadi, berbicaralah dengan salah satu pihak yang sedang berkonflik. Jika Indonesia ingin terlibat dalam upaya perdamaian Palestina, mungkin hal ini harus dipikirkan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Jadi, pantaskah kita mengutuk?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Catatan:</span></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#ff00ff;"><em>Masalah Israel dan Palestina tak semata-mata menyangkut persoalan kepemilikan tanah dan batas-batas otoritasnya, tapi syarat dengan sejarah, etnis, budaya, politik dan agama serta kepentingan-kepentingan lain yang menyangkut suatu harga diri sebuah bangsa dan bahkan masa depan suatu bangsa. </em></span></li>
<li><span style="color:#ff00ff;"><em>Tulisan ini sebenarnya lebih bersifat prefentif dibandingkan apologetika. Tulisan ini mengingatkan setiap insan beragama agar lebih bijak dalam menghidupi ajaran agamanya masing-masing. Serta belajar menjadi pribadi yang bertaqwa secara utuh (Vertikal; religius dan; Horizontal; lebih manusiawi). </em></span></li>
</ol>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#ff00ff;">By; Kornelius Sutriyono, S.Th<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;"><em>Daftar Pustaka:</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;"><em>Asyer NS, Jujur Terhadap Israel: Sebuah Apologetika Kontemporer Teologis-Politis-Humanis (Bekasi: WIM, 2008).</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;"><br />
</span></p>
<hr size="1" />
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;"><a href="#_ftnref1">[1]</a>Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia, “Kutuk” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 1996), 548.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;"><a href="#_ftnref2">[2]</a>Sebuah pemikiran (ngga tahu siapa yang bakal denger n tanggapi): berfikir saja, dimana suara gereja (missal, PGI, PII, dll) dalam menanggapi masalah Israel-Palestina, khususnya penembakan para relawan baru-baru ini. Kelihatannya ngga ada suaranya? Apa saya saja yang ngga denger? Ya, jangan mengutuk <span style="color:#0000ff;">(nda boleh: baca, Bible tentang nubuatan/janji allah kepada Israel), tapi paling nggak memberi sikap yang jelas! Supaya mereka (diluar Kristen) bisa tahu sikap gereja seperti apa! Jadi mikir, seperti apa ya…sikap gereja?</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;"><a href="#_ftnref3">[3]</a>Israel dan Nasrani berbeda, setiap masalah yang terjadi dengan Israel jangan disangkut pautkan dengan Nasrani. Apalagi bawa agama!</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogkornel.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogkornel.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogkornel.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogkornel.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blogkornel.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blogkornel.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blogkornel.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blogkornel.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogkornel.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogkornel.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogkornel.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogkornel.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogkornel.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogkornel.wordpress.com/416/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogkornel.wordpress.com&amp;blog=6566020&amp;post=416&amp;subd=blogkornel&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogkornel.wordpress.com/2010/06/04/pantaskah-mengutuk-israel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ead526052755f46ca294b5785923d80?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">korneliussutriyono</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>YESUS: CIPTAAN ATAU PENGUASA?</title>
		<link>http://blogkornel.wordpress.com/2010/06/03/yesus-ciptaan-atau-penguasa/</link>
		<comments>http://blogkornel.wordpress.com/2010/06/03/yesus-ciptaan-atau-penguasa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jun 2010 03:02:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kornelius sutriyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gereja dan Pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[analisa]]></category>
		<category><![CDATA[ayat 14]]></category>
		<category><![CDATA[ciptaan]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 3]]></category>
		<category><![CDATA[penguasa]]></category>
		<category><![CDATA[teks]]></category>
		<category><![CDATA[usulan]]></category>
		<category><![CDATA[wahyu]]></category>
		<category><![CDATA[yesus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogkornel.wordpress.com/?p=411</guid>
		<description><![CDATA[(Sebuah Pemikiran, Usulan dan Analisa Teks Terhadap Wahyu 3: 14) Berawal dari pembacaan terhadap kitab Wahyu, kemudian berlanjut kepada penyelidikan teks, perhatian saya tiba-tiba terfokus pada Wahyu 3: 14, khususnya frase “permulaan dari ciptaan Allah.” Harus saya akui, saya sempat gelisah, cemas dan terus bertanya-tanya untuk memahami apa yang tertulis (baca: diterjemahkan) dalam wahyu 3:14, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogkornel.wordpress.com&amp;blog=6566020&amp;post=411&amp;subd=blogkornel&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><span style="color:#ff6600;"><em>(Sebuah Pemikiran, Usulan dan Analisa Teks Terhadap Wahyu 3: 14)</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Berawal dari pembacaan terhadap kitab Wahyu, kemudian berlanjut kepada penyelidikan teks, perhatian saya tiba-tiba terfokus pada Wahyu 3: 14, khususnya frase <em><span style="color:#008080;">“permulaan dari ciptaan Allah.”</span></em> Harus saya akui, saya sempat gelisah, cemas dan terus bertanya-tanya untuk memahami apa yang tertulis (baca: diterjemahkan) dalam wahyu 3:14, khususnya frase <em><span style="color:#008080;">“permulaan dari ciptaan Allah”</span></em>. Kegelisahan, kecemasan dan pertanyaan saya bukan tanpa alasan, sebab bagaimana mungkin Yesus disejajarkan/sama dengan/sebagai ciptaan Allah? “Pasti ada yang kurang tepat dalam penterjemahan,” demikian pikir saya.<span id="more-411"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Wahyu 3: 14 merupakan rangkaian firman Tuhan yang ditujukan kepada Jemaat di Laodikia. Dikatakan bahwa ini adalah “firman dari Amin, saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah.” Jika memperhatikan frase “firman dari Amin” (Yunani, kb: amen &#8211; yaitu Yesus Kristus),<a href="#_ftn1">[1]</a> memang tak ada masalah dalam hal ini. Tapi, jika kita menyimak frase selanjutnya, “permulaan dari ciptaan Allah” maka timbul pemikiran dan pertanyaan; <span style="color:#000080;"><em>pertama,</em></span> Amin (yaitu Yesus) disejajarkan/sama dengan ciptaan, bagaimana mungkin? Yesus ‘kan Tuhan dan sekaligus penguasa, bagaimana mungkin di sejajarkan dengan ciptaan? <span style="color:#000080;"><em>Kedua</em></span>, frase “permulaan dari ciptaan Allah” sesungguhnya berasal dari kata apa dalam bahasa Yunani? Dan, mengapa diterjemahkan seperti itu? <span style="color:#000080;"><em>Ketiga,</em></span> ada asumsi bahwa Yesus adalah ciptaan (Dia yang awal/permulaan) dari antara ciptaan Allah. Dan, ini seolah menguatkan pandangan saksi Yehova!</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Bagaimana menyikapi hal ini?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Apakah mungkin Alkitab salah? Tidak. Alkitab benar. Alkitab adalah firman Allah. Jangan pernah Anda meragukan Alkitab, sebab Alkitab adalah firman Allah. Apa yang tertulis adalah benar dan dapat dibuktikan secara historis. Jika ada hal-hal yang Anda tak dapat pahami, itu lebih kepada terbatasnya pemikiran dan pemahaman kita sebagai manusia.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Tapi, jika menyimak hal ini, tentu jelas sangat fatal, bukan hanya menyangkut penyejajaran Yesus dengan ciptaan, tapi keraguan terhadap keilahian/otoritas Yesus. Bagaimana?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Alkitab baik PL dan PB adalah firman Allah tanpa salah. Jika kita belajar bibliologi khususnya tentang innerancy, maka ketaksalahan Alkitab adalah dalam bahasa asli Ibrani dan Yunani <em>(original authographs)</em><a href="#_ftn2">[2]</a>. Peinberg menyatakan bahwa ketaksalahan berarti bahwa bila semua fakta Alkitab dalam tulisan aslinya diketahui dan ditafsirkan dengan semestinya, segala sesuatu akan terbukti benar seluruhnya dan dikokohkan, apakah menyangkut doktrin atau moralitas atau sosial, fisik atau ilmu pengetahuan.<a href="#_ftn3">[3]</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Jika demikian, dalam penterjemahan (yang sekarang kita pakai) bisa kurang tepat atau salah tidak?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Hal ini lah yang kemudian mendorong saya untuk menganalisa teks dan diharapkan lewat tulisan ini dapat memberikan pemahaman yang benar terhadap orang-orang percaya sehubungan masalah yang ada. Sebab, banyak orang percaya yang hanya puas membaca Alkitab, tapi tidak memahami apa yang sedang dibacanya. Anda, tentu tak ingin seperti itu, bukan?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Nah, sebagai orang percaya yang berpegang bahwa Alkitab adalah firman Allah dan tak dapat salah (Injili), bagaimana menyingkapi hal ini? Wahyu pasal 3: 14b, dikatakan “inilah firman dari Amin  saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah.” Kata “permulaan” berasal dari bahasa Yunani arche<a href="#_ftn4">[4]</a>. Kata ini seharusnya diterjemahkan penguasa (yang awal sebagai penguasa). Jadi terjemahannya, “penguasa dari ciptaan Allah,” dan bukan “permulaan dari ciptaan Allah.”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Saksi Yehova menyatakan bahwa Yesus adalah ciptaan, berangkat dari pemahaman yang dangkal berdasarkan teks ini. Yesus bukan ciptaan. Yesus adalah penguasa. Yesus adalah Tuhan. Dia bukan sekedar nabi, tapi Dia adalah Tuhan dan Juru selamat. Oleh karena itu, percayalah kepada-Nya, dan serahkan hidup Anda bagi-Nya!</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Pemikiran Lanjutan: <em>(Silahkan berikan komentar guna revisi, sebab ini baru sebuah pengantar)</em></span></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#800000;">Pertanyaan, mengapa diterjemahkan seperti ini? Dan, siapa yang menterjemahkan? Lebih penting lagi, adakah sikap keterbukaan untuk mengkaji ulang dan melakukan perbaikan dalam terjemahan (revisi)? Memang sulit, apalagi penterjemahan Alkitab di Indonesia berbeda dengan di luar negeri (Amerika misalnya). Di Indonesia “dimonopoli” oleh LAI dan hampir tidak ada pembanding. Jika di Amerika, banyak sekali acuan terjemahan yang bisa dijadikan pembanding. Tapi, bagaimana di Indonesia?</span></li>
<li><span style="color:#800000;">Sudah saatnya orang-orang Injili terlebih mereka yang memiliki dasar bahkan ahli dalam pengkajian bahasa asli seyogyanya melakukan penelitian teks agar kebenaran yang disampaikan Allah tidak menjadi kebenaran yang samar. </span></li>
<li><span style="color:#800000;">Kita perlu memberikan apresiasi terhadap mereka yang telah berupaya menterjemahkan Alkitab dalam bahasa yang kita pahami (Bahasa Indonesia) dan bahasa-bahasa lainnya. Tapi disamping itu, harus ada penyelidikan teks secara berkesinambungan. Siapa yang melakukan? Ya…yang ahli lah, saya tra tahu!</span></li>
<li><span style="color:#800000;">Harus kita akui (sehubungan point, a), mereka yang menterjemahkan Alkitab bagaimana background pendidikan theologianya? Dalam arti, apakah mereka percaya dan mengakui Alkitab sebagai firman Allah atau,?</span></li>
<li><span style="color:#800000;">Orang-orang yang ada di instansi-instansi bersifat strategis harusnya banyak orang-orang Injili. </span></li>
</ol>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#800000;">By: Ev. Kornelius Sutriyono, S.Th</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><br />
</span></p>
<hr size="1" />
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><a href="#_ftnref1">[1]</a>Lihat Pdt. B.F. Drewes, M.Th, dkk dalam “Kunci Bahasa Yunani Perjanjian Baru” (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2006), 370.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><a href="#_ftnref2">[2]</a>Arnold Tindas, Innerancy: Ketaksalahan Alkitab (Jakarta: HITS, 2005), 19.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><a href="#_ftnref3">[3]</a>Ridderbos dan Piepkorn sebagaimana dikutif oleh Feinberg dalam “The Meaning of Innerancy,” hal. 294.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><a href="#_ftnref4">[4]</a>Lihat e-Sword, From G756; (properly abstract) a <em>commencement</em>, or (concrete) <em>chief</em> (in various applications of order, time, place or rank): &#8211; beginning, corner, (at the, the) first (estate), magistrate, power, principality, principle, rule.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogkornel.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogkornel.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogkornel.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogkornel.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blogkornel.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blogkornel.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blogkornel.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blogkornel.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogkornel.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogkornel.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogkornel.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogkornel.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogkornel.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogkornel.wordpress.com/411/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogkornel.wordpress.com&amp;blog=6566020&amp;post=411&amp;subd=blogkornel&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogkornel.wordpress.com/2010/06/03/yesus-ciptaan-atau-penguasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ead526052755f46ca294b5785923d80?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">korneliussutriyono</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERSPEKTIF ALKITAB TERHADAP PELAYANAN KAUM WANITA</title>
		<link>http://blogkornel.wordpress.com/2010/06/03/perspektif-alkitab-terhadap-pelayanan-kaum-wanita/</link>
		<comments>http://blogkornel.wordpress.com/2010/06/03/perspektif-alkitab-terhadap-pelayanan-kaum-wanita/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jun 2010 02:43:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kornelius sutriyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gereja dan Pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[perspektif]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogkornel.wordpress.com/?p=407</guid>
		<description><![CDATA[Di kalangan Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) masalah Wanita bisa berkhotbah atau tidak, menjadi perbincangan bahkan perdebatan serius. Banyak pihak menyatakan tidak boleh, tapi disisi lain menyatakan boleh. Berbagai argument pun terlontar yang sama-sama saling menguatkan, dipertegas bukan hanya masalah teknis dilapangan tapi dari Alkitab. Masalah pun menjadi semakin serius tanpa ada titik temu, dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogkornel.wordpress.com&amp;blog=6566020&amp;post=407&amp;subd=blogkornel&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Di kalangan Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) masalah Wanita bisa berkhotbah atau tidak, menjadi perbincangan bahkan perdebatan serius. Banyak pihak menyatakan tidak boleh, tapi disisi lain menyatakan boleh. Berbagai argument pun terlontar yang sama-sama saling menguatkan, dipertegas bukan hanya masalah teknis dilapangan tapi dari Alkitab. Masalah pun menjadi semakin serius tanpa ada titik temu, dan hal itu semakin diperkeruh dengan tidak adanya usaha bersama mencari jawab secara tepat berdasarkan pemahaman Alkitab. Berangkat dari pemikiran diatas, maka tulisan ini ada.<span id="more-407"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Howe mengatakan:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;">Tugas utama Gereja di tengah masyarakat ialah membangun anggotanya yang berasal dari berbagai latar belakang, sedang karunia rohani adalah sarana untuk melaksanakan tugas itu. Karunia-karunia ini diberikan kepada seluruh jemaat tanpa membedakan jenis kelamin. Tidak ada sedikit pun petunjuk yang relevan dalam Alkitab bahwa karunia-karunia yang memperlengkapi jabatan kepemimpinan (memberitakan firman, mengajar, bernubuat dan sebagainya) hanya terbatas pada kaum pria, sementara karunia-karunia untuk pelayanan lain (kedermawanan, keramahtamahan, pengasih dan sebagainya) diperuntukkan bagi kaum wanita…Jika Allah yang memberikan karunia-karunia untuk melengkapi jabatan-jabatan kepemimpinan kepada kaum wanita, apakah jemaat memiliki wewenang lebih tinggi untuk menolak pelayanan kaum wanita?<em> (E.M. Howe, The Positif Case of the Ordination of Women dalam Perspectives on Evangelical Theology, 267-276).</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Sedangkan C. Brown, mengatakan mengenai pelayanan kaum wanita;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">“Kita jangan mencontoh peranan mereka dalam konteks abad pertama. Sebaliknya, lebih baik kita membicarakan status mereka dalam kristus dan karunia-karunia serta kesempatan apa yang telah diberikan Roh Kudus kepada kaum wanita dalam jemaat masa kini.”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Semua pandangan harus kembali ke Alkitab, dengan penafsiran-penafsiran tepat dan bukan alasan budaya, keegoisan, apalagi tendensi-tendensi tertentu yang mengaburkan apa kata Alkitab terhadap pokok yang sedang dibicarakan. Oleh karena itu, guna mewujudkan tujuan tersebut, maka ada dua hal penting yang menjadi perhatian dalam tulisan ini (tulisan ini merupakan sebuah pengantar).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;"><em>Pertama,</em> penulis mencoba menjawab persoalan ini dengan mengemukakan keterkaitan karunia dengan pelayanan. Dalam arti, karunia adalah karya Allah yang diberikan sesuai kehendak-Nya, demikian pula pelayanan, berasal dari Allah dan  tergantung kepada Allah. Pemberian karunia dalam pelayanan tujuannya adalah membangun jemaat/kesatuan tubuh Kristus. Dan, ketika Roh Kudus memberikan karunia dalam pelayanan, ia tidak membeda-bedakan, maka semua orang boleh mengambil bagian dalam pelayanan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Apakah hal itu benar?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Meski karunia-karunia itu penting dalam pelayanan, namun karunia bukan satu-satunya faktor penentu untuk menilai peranan wanita dalam jemaat. Praktek dan ajaran Paulus mengenai wanita dalam pelayanan juga perlu mendapatkan perhatian. Oleh karena itu, sikap Paulus terhadap wanita yang melayani, akan dibahas dalam tulisan ini dan juga pokok-pokok lainnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;"><em>Kedua,</em> hal inilah yang mendorong penulis, memberikan sebuah pemahaman bersifat induktif. Penulis merasa penting menggali masalah ini dengan menggunakan metode pendekatan eksegesis dan analisis teologis. Harapannya, lewat tulisan ini mampu membuka pikiran dan sekaligus menyatukan pemahaman meski tidak mudah, agar pelayanan GIDI ke depan dilakukan dengan pemahaman Alkitab secara komprehensif. Tepatnya, pelayanan yang disertai pengetahuan yang benar! Dan, ini merupakan tanggung jawab bersama untuk memberi jawab terhadap masalah ini. Kulminasinya, tidak sampai ada gerakan-gerakan tanpa kendali mengatasnamakan demi pelayanan wanita.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Menyimak berbagai kesempatan dan peluang yang ada, penulis melihat ada tiga pandangan terhadap masalah ini. <em>Pertama,</em> tidak boleh dengan alasan. <em>Kedua,</em> boleh dengan alasan. <em>Ketiga</em>, tergantung “abu-abu.” Pihak yang setuju, diizinkan wanita berkhotbah mengklaim memiliki dasar kuat dari Alkitab, disisi lain yang tidak setuju lebih melihat progresifitas pelayanan di era sekarang ini, studi kasus dan ditambah pemahaman teologis yang berusaha dikembangkan secara utuh. Sedangkan sudut ketiga, lebih “no comment,” asalkan melayani.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Menyikapi masalah ini, penulis memberikan pendekatan-pendekatan dalam menjawab persoalan ini. Tentunya, pendekatan bersifat induktif dengan penafsiran-penafsiran Alkitab secara normal, dengan hasil akhir tidak bermaksud merubah apapun atau pandangan siapapun. Namun, Penulis lebih tertarik menyatakan kebenaran tanpa tendensi apapun. Hal inilah yang sejak awal penulis gumulkan. Berubah atau tidak sebuah pandangan seseorang tidak penting, namun manjadi sangat penting adalah menyatakan kebenaran dalam terang ilahi. Diharapkan, penilaian kritis dari siapa saja, dan kebersediaan untuk mau berfikir bersama mengembangkan pelayanan dengan pemahaman tepat sesuai Alkitab itulah yang terus diupayakan. Akhirnya, kiranya tulisan ini dapat memberikan angin segar atas kepenatan persoalan yang dihadapi dan satu pemahaman nama Tuhan dimuliakan.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#ff00ff;"><em>By: Ev. Kornelius Sutriyono, S.Th</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;"><em>Dalam pembahasan ini akan dibahas:</em></span></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#ff00ff;">SIKAP PAULUS TERHADAP WANITA YANG MELAYANI (Rom. 16)</span></li>
<li><span style="color:#ff00ff;">TIDAK ADA LAKI-LAKI ATAU PEREMPUAN (Gal. 3: 28)</span></li>
<li><span style="color:#ff00ff;">WANITA HARUS MENUDUNGI KEPALA MEREKA (1 Kor. 11:2-16)</span></li>
<li><span style="color:#ff00ff;">PEREMPUAN HARUS BERDIAM DIRI DALAM PERTEMUAN JEMAAT (1 Kor. 14: 33b -36)</span></li>
<li><span style="color:#ff00ff;">WANITA TIDAK DIPERBOLEHKAN MENGAJAR ATAU BERKUASA ATAS LAKI-LAKI (1 Tim. 2:11-15)</span></li>
<li><span style="color:#ff00ff;">KESIMPULAN</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><em>Dikembangkan dari D. A. Carson, Gereja Zaman Perjanjian Baru dan Masa Kini (Malang: Gandum Mas, 1997).</em></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogkornel.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogkornel.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogkornel.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogkornel.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blogkornel.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blogkornel.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blogkornel.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blogkornel.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogkornel.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogkornel.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogkornel.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogkornel.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogkornel.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogkornel.wordpress.com/407/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogkornel.wordpress.com&amp;blog=6566020&amp;post=407&amp;subd=blogkornel&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogkornel.wordpress.com/2010/06/03/perspektif-alkitab-terhadap-pelayanan-kaum-wanita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ead526052755f46ca294b5785923d80?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">korneliussutriyono</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENGINGINKAN UMUR PANJANG (bag. 1)</title>
		<link>http://blogkornel.wordpress.com/2010/05/27/menginginkan-umur-panjang-bag-1/</link>
		<comments>http://blogkornel.wordpress.com/2010/05/27/menginginkan-umur-panjang-bag-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 May 2010 05:34:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kornelius sutriyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogkornel.wordpress.com/?p=404</guid>
		<description><![CDATA[Hadirnya masalah yang berakhir tanpa jalan keluar menyebabkan manusia tidak menyukai hidup. Berbagai hal diungkap dan semuanya menunjukkan keengganan melakukan sesuatu yang bermanfaat dalam hidup. Alih-alih melakukan sesuatu dalam hidup, yang ada justru usaha untuk mengakhiri hidup. Ada banyak orang tua tunggal merasa kerepotan dengan tanggungan yang ada sehingga berfikir untuk mengakhiri hidup anaknya. Apalagi, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogkornel.wordpress.com&amp;blog=6566020&amp;post=404&amp;subd=blogkornel&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Hadirnya masalah yang berakhir tanpa jalan keluar menyebabkan manusia tidak menyukai hidup. Berbagai hal diungkap dan semuanya menunjukkan keengganan melakukan sesuatu yang bermanfaat dalam hidup. Alih-alih melakukan sesuatu dalam hidup, yang ada justru usaha untuk mengakhiri hidup.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Ada banyak orang tua tunggal merasa kerepotan dengan tanggungan yang ada sehingga berfikir untuk mengakhiri hidup anaknya. Apalagi, anak yang dimiliki tanpa ada hubungan nikah. Rasa malu pasti ada! Berbagai pertimbangan barangkali sudah pasti ada. Bahkan banyak pertimbangan itu harus, tapi untuk mengakhiri hidup jangan gunakan pertimbangan. Sebab, hidup itu terlalu berharga. Tidak peduli seberapa beratnya beban hidup Anda, tapi yang pasti hidup harus dijalani. Tepatnya, dijalani dengan kualitas!<span id="more-404"></span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff00ff;">___________________________________</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff00ff;"><em>Banyak Pertimbangan Harus Tapi Untuk Mengakhiri Hidup Jangan Pakai Pertimbangan Karena Hidup Sangat Berharga!</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff00ff;">___________________________________</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Alkitab memberikan solusi terbaik saat masalah datang untuk tetap yakin pada penyertaan-Nya yang hadir dalam hidup Anda. Untuk itu, Anda harus menunjukkan keyakinan ketika persoalan datang. Anda harus yakin bahwa ada solusi supranatural dalam mengatasi masalah Anda.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Apakah semudah itu?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Ya. Karena keyakinan adalah perasaan yakin yang didasarkan pada kemungkinan, dan karena tampaknya benar sekali bahwa ”seseorang hanya dapat melakukan apa yang ia yakin dapat ia lakukan.”<a href="#_ftn1">[1]</a> Sebab dengan keyakinanlah Anda akan bertindak. Anda tidak akan mudah menyerah! Jadi, awali dengan keyakinan, maka Anda pasti bertindak menjalani hidup.</span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"><br />
</span></p>
<hr size="1" />
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;"><a href="#_ftnref1">[1]</a>Hirsch, Success by Design, 48.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogkornel.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogkornel.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogkornel.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogkornel.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blogkornel.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blogkornel.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blogkornel.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blogkornel.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogkornel.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogkornel.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogkornel.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogkornel.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogkornel.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogkornel.wordpress.com/404/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogkornel.wordpress.com&amp;blog=6566020&amp;post=404&amp;subd=blogkornel&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogkornel.wordpress.com/2010/05/27/menginginkan-umur-panjang-bag-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ead526052755f46ca294b5785923d80?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">korneliussutriyono</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JANGAN PERNAH MNEYERAH</title>
		<link>http://blogkornel.wordpress.com/2010/05/27/jangan-pernah-mneyerah/</link>
		<comments>http://blogkornel.wordpress.com/2010/05/27/jangan-pernah-mneyerah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 May 2010 05:22:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kornelius sutriyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gereja dan Pelayanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogkornel.wordpress.com/?p=401</guid>
		<description><![CDATA[Keadaan Anda mungkin sulit. Anda hidup, tapi mungkin telah dirusak oleh aborsi, obat-obatan, alkohol, sakit-penyakit bahkan kehilangan. Beberapa orang memelihara bekas luka mereka dari perceraian, penolakan, atau saat dipenjara. Berhentilah memelihara dan menyalahkan orang yang menyebabkan Anda mengalami hal itu. Seorang petenis bernama Arthur Eis, ia pernah mendapatkan transfusi darah dua kali dan tertular penyakit [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogkornel.wordpress.com&amp;blog=6566020&amp;post=401&amp;subd=blogkornel&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Keadaan Anda mungkin sulit. Anda hidup, tapi mungkin telah dirusak oleh aborsi, obat-obatan, alkohol, sakit-penyakit bahkan kehilangan. Beberapa orang memelihara bekas luka mereka dari perceraian, penolakan, atau saat dipenjara. Berhentilah memelihara dan menyalahkan orang yang menyebabkan Anda mengalami hal itu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Seorang petenis bernama Arthur Eis, ia pernah mendapatkan transfusi darah dua kali dan tertular penyakit AIDS. Dia orang yang murah hati, ia melakukan banyak hal untuk kemanusiaan. Bahkan, ia juga mendukung pelayanan gereja!</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Tapi, dia mati dalam penyesalan!</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Ia protes kepada Tuhan, ”mengapa ini terjadi kepadaku?”<span id="more-401"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Anda orang baik, bahkan bermartabat. Kerabat Anda juga berkata hal yang sama. Tapi, ketika masalah datang; dimana kebaikan Anda? Dimana iman Anda? Mengapa Anda tidak mengijinkan iman Anda menjawab semua pertanyaan Anda? Iblis akan berkata, ”sudahlah, kau sudah gagal. Bahkan, sampai tiga kali. Apa yang bisa kamu buat? Apa untungnya ke gereja? Apa untungnya percaya Yesus?” Jika Anda lemah, Anda akan menyerah. Nah, apakah Anda akan menyerah? Atau, Anda akan bangkit dan terus percaya kepada-Nya?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Perjalanan Anda pahit, tapi jangan pernah menyerah. Bangkitkan daya juang Anda. Bangkitkan kepercayaan Anda kepada-Nya. Sementara Anda percaya, tambahkan sedikit komitmen. Ya, komitmen! Mengapa? Komitmen akan melatih Anda untuk bertindak sesuai dengan apa yang Anda percayai.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Komitmen terjadi karena tindakan. Anda tidak harus tahu bagaimana Anda berkomitmen, sebab cara berkomitmen tidak penting. Terpenting adalah bertindak! Ketika Tuhan Yesus memanggil Matius, Ia berkata, ”Ikutlah Aku.” Dan, apa yang terjadi? Matius tidak bertanya bagaimana caranya saya ikut? Dia langsung berdiri dan mengikuti Yesus (Matius 9: 9). Ia berkomitmen untuk mengikuti Yesus!</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Pada apakah Anda berkomitmen?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Anda harus komitmen untuk tidak pernah menyerah! Anda harus tetap berkomitmen untuk mengikuti Yesus sampai akhir! Sesulit apapun keadaan Anda, Anda harus terus berkomitmen. Percayalah bahwa dengan komitmen Anda dapat melakukannya!</span></p>
<p style="text-align:right;">BY; EV. KORNELIUS SUTRIYONO, S.TH</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogkornel.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogkornel.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogkornel.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogkornel.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blogkornel.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blogkornel.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blogkornel.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blogkornel.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogkornel.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogkornel.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogkornel.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogkornel.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogkornel.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogkornel.wordpress.com/401/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogkornel.wordpress.com&amp;blog=6566020&amp;post=401&amp;subd=blogkornel&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogkornel.wordpress.com/2010/05/27/jangan-pernah-mneyerah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ead526052755f46ca294b5785923d80?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">korneliussutriyono</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;MASALAHMU DONGKRAKMU&#8221;</title>
		<link>http://blogkornel.wordpress.com/2010/05/27/masalahmu-dongkrakmu/</link>
		<comments>http://blogkornel.wordpress.com/2010/05/27/masalahmu-dongkrakmu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 May 2010 05:14:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kornelius sutriyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Masalahmu Dongkrakmu!]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[dongkrak]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[masalah hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogkornel.wordpress.com/?p=398</guid>
		<description><![CDATA[Anda menginginkan sesuatu dan mendapatkannya, tapi tidak bahagia. Anda membangun sesuatu dan berhasil menyelesaikannya, tapi tidak ada kepuasan dalam batin. Anda menginginkan perubahan bahkan menuju perubahan, namun tidak berhasil mencapai perubahan.[1] Jika itu yang terjadi, Anda sedang berputar-putar membentuk pola masalah. Berdoalah dan perhatikan supaya Tuhan menunjukkan apa sebenarnya masalah dalam diri Anda? Datangnya masalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogkornel.wordpress.com&amp;blog=6566020&amp;post=398&amp;subd=blogkornel&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Anda menginginkan sesuatu dan mendapatkannya, tapi tidak bahagia. Anda membangun sesuatu dan berhasil menyelesaikannya, tapi tidak ada kepuasan dalam batin. Anda menginginkan perubahan bahkan menuju perubahan, namun tidak berhasil mencapai perubahan.<a href="#_ftn1">[1]</a> Jika itu yang terjadi, Anda sedang berputar-putar membentuk pola masalah. Berdoalah dan perhatikan supaya Tuhan menunjukkan apa sebenarnya masalah dalam diri Anda? Datangnya masalah dalam perjalanan hidup bagi sebagian orang dengan mimpi besar adalah semacam dongkrak yang membangkitkan semangat untuk menjalani hidup dengan tidak biasa untuk menanti perubahan yang tidak biasa. Untuk itu, jadikan masalah sebagai dongkrak yang mengangkat beban dalam hidup Anda agar Anda tidak mengulangi kesalahan yang sama dengan cara yang sama.<span id="more-398"></span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff00ff;">__________________________________</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><em>Kekuatan Dalam Diri Terbentuk Dari Perjuangan Dalam Menghadapi Rintangan Dan Bukan Karena Berleha-Leha</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff00ff;">__________________________________</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Ribuan orang jatuh miskin, menangis diatas penderitaan karena berusaha menutupi kalau mereka sedang ada masalah. Menutupi masalah bukan jalan keluar. Seseorang tidak dapat menghindari masalah yang datang dalam hidupnya. Meskipun dengan berjuang sekuat tenaga dan menghindarinya dengan memberikan perencanaan matang terhadap masa depan guna perbaikan hidup bukanlah hal logis untuk dipilih. Masalah sebenarnya bukan pada masalah itu sendiri melainkan kebuntuan menemukan jalan keluar terhadap masalah itu sendiri. Itulah  yang penting!</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Saya teringat kisah Naomi dan keluarganya. Mereka mengalami masalah yang sulit, bahkan sampai-sampai, mereka memutuskan untuk pergi dari Betlehem-Yehuda (Rut 1: 1). Mereka mungkin berusaha mencari jalan keluar, tapi tidak menemukan. Hingga pilihan terakhir adalah pergi meninggalkan sumber masalah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Sebenarnya, Naomi dan keluarganya tidak sendiri menghadapi masalah yang ada, melainkan masalah yang sama dihadapi oleh semua orang yang ada di Israel &#8211; kolektif. Kita tahu bagaimana kondisi Israel saat dipimpin para hakim. Bisa saja kelaparan yang timbul karena hukuman Tuhan. Tapi, bagi pemercaya Allah tentu ada jaminan pemeliharaan. Ternyata, Elimelekh dan Naomi berjuang keras untuk bertahan hidup dan yang ia tahu kebutuhan utama saat kelaparan tentulah makanan. Sehingga ketika di negerinya tidak ada cukup persediaan makanan, respon mereka adalah pergi meninggalkan negerinya.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><strong><em>Jangan Lari Dari Masalah</em></strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Ketika lari dari masalah bukan hanya menunjukkan pribadi yang lemah karena tidak mau bertahan dalam kesulitan, tapi juga gagal menunjukkan kasih bagi sesama. Ditengah-tengah bencana kelaparan yang terjadi, Tuhan pasti punya rencana indah bagi pribadi yang percaya. Tuhan pasti mampu menunjukkan pemeliharaan-Nya, bahkan bisa dipakai menjadi berkat. Kisah menarik yang patut diperhatikan adalah kisah Elisa, dimana dengan cara dan waktu Tuhan, ia dipelihara lewat janda dan burung gagak. Hal yang sama pun, sebenarnya bisa terjadi dengan keluarga Naomi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Respon alami seseorang ketika menghadapi masalah adalah memilih pergi tanpa kompromi. Tindakan ini memang tidak mengundang resiko berarti karena menyerah sebelum berjuang. Namun sangat disayangkan, sebab tindakan tanpa sebuah resiko berarti pembiaran terhadap kesuksesan berarti. Dengan meninggalkan masalah tanpa mau menyelesaikannya berarti seseorang sedang gagal menciptakan sejarah buat hidup mereka. Sebab, mereka tidak akan pernah melihat solusi dan pemeliharaan Allah.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff00ff;">__________________________________<br />
</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#003366;"><em>Tindakan Tanpa Sebuah Resiko Berarti Pembiaran Terhadap Kesuksesan Berarti</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff00ff;">__________________________________</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Belajar dari Naomi, jangan pernah lari dari masalah. Sebagai keluarga yang mengenal Tuhan, ia tidak mengandalkan Tuhan, melainkan benturan pertimbangan begitu kuat sehingga keputusan bulat adalah pergi mencari kehidupan yang lebih baik. Ia meninggalkan kampung halaman dan berusaha mencari pemenuhan hidup yang lebih baik. Ia lari dari masalah dan bukan bersama-sama menghadapi masalah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Tapi, justru apa yang terjadi?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Harapan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik justru kandas. Mimpinya untuk melihat seluruh keluarganya terhindar dari kelaparan dengan menetap di Moab, membuat dia harus kehilangan keluarganya. Kematian orang-orang yang dicintai mengakibatkan dia harus berjuang sendiri menghidupi kebutuhannya. Ditemani menantunya yang setia, ia berusaha menjalani kehidupan dengan tetap percaya pemeliharaan Allah.</span></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#003366;"><em>Jangan Lari Dari Sumber Berkat</em></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Berkat sebenarnya mengikuti orang benar. Dengan pergi mencari berkat ke negeri orang lain berarti mereka sedang menolak mempercayai pemeliharaan Allah. Jaminan berkat dan pemeliharaan sebenarnya ada di dalam keluarga yang takut Tuhan termasuk di keluarga Naomi, tapi mereka tidak mampu melihat hal tersebut (Mazmur 128). Mereka justru meninggalkan sumber berkat yang sesungguhnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Berkat bukan hanya sekedar makan dan minum, melainkan berkat rohani. Dengan meninggalkan Betlehem-Yehuda menuju ke Moab berarti mereka sedang melepaskan janji Allah. Sebab, di Kota inilah nubuat bahwa keberuntungan Yehuda akan diperbaharui melalui seorang raja Israel yang dilahirkan di Betlehem, rumah Daud diberikan (Mikha 5: 1-2).</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#003366;"><em>By: Ev. Kornelius Sutriyono, S.Th</em></span><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;"> </span></p>
<hr size="1" />
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#ff00ff;"><a href="#_ftnref1">[1]</a>Becky Tirabassi dalam bukunya yang berjudul, “Memelihara Perubahan” menjelaskan dengan amat baik tentang perubahan. Seseorang tidak hanya cukup menginginkan atau berada dalam perubahan, tapi harus memelihara dan mempertahankan perubahan. Becky Tirabassi, Memelihara Perubahan, pen., Bonifasius Sindyarta, peny., Y. Istiyono Wahyu (Batam: Gospel Press, 2006).</span></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogkornel.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogkornel.wordpress.com/398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogkornel.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogkornel.wordpress.com/398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blogkornel.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blogkornel.wordpress.com/398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blogkornel.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blogkornel.wordpress.com/398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogkornel.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogkornel.wordpress.com/398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogkornel.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogkornel.wordpress.com/398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogkornel.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogkornel.wordpress.com/398/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogkornel.wordpress.com&amp;blog=6566020&amp;post=398&amp;subd=blogkornel&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogkornel.wordpress.com/2010/05/27/masalahmu-dongkrakmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ead526052755f46ca294b5785923d80?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">korneliussutriyono</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
