PENGANGKATAN PADA AKHIR ZAMAN

Posted: 31 Agustus 2009 in cinta
Tag:,

Kita disebut orang sebagai “generasi yang sedang mencari.” Kita memerlukan begitu banyak jawaban-jawaban terhadap masalah dunia yang besar, jawaban terhadap keadaan bangsa kita, dan terlebih jawaban untuk pemuasan diri sendiri akan “hal yang akan datang.” Khususnya kita sebagai “pemercaya Allah,” sedang mencari jawaban-jawaban pasti terhadap persoalan-persoalan masa depan. Sehubungan dengan itu, saya tidak mengaku bahwa saya tahu dengan tepat tentang bagaimana masa depan dunia ini akan berakhir. Dan sesungguhnya pula, saya tidak pernah melarikan diri ke bukit-bukit dengan membawa harta benda serta diikuti orang-orang yang saya kasihi hanya untuk menantikan hari kiamat (karena memang tidak punya harta benda!). Oleh karena itu, saya berusaha menarik diri dan membiarkan Alkitab (para nabi, rasul dan khususnya Tuhan Yesus) berbicara. Itu berarti, baik saya dan Anda hanya diminta menyediakan diri untuk mendengar; setelahnya, Anda bebas menerima atau menolak kesimpulan-kesimpulan yang saya berikan.

Dalam bab ini, akan dibahas “hal-hal yang akan datang” meliputi; Pengangkatan (rapture), Kursi Pengadilan Kristus (bema), Perjamuan Kawin Anak Domba, Tribulasi, Kedatangan Kristus Kedua Kali, Harmagedon, Millennium Kingdom, Gog Magog, Tahta Putih Besar, Langit dan Bumi baru, Yerusalem Baru dan bagaimana masa depan dunia ini ditinjau dari perspektif Alkitab. Tentunya, dengan mengedepankan pandangan yang Alkitabiah dan optimis dengan menghindari pembahasan teologi yang “rumit” dan penuh “spekulasi tinggi.”

  1. 1. PENGANGKATAN (Rapture)

Pengangkatan menjadi peristiwa pengharapan bagi orang Kristen. Pengharapan ini di dasarkan pada janji-janji yang jelas dan pasti dari Kristus sendiri, yang sering diulang dan dijelaskan oleh para penulis Firman Allah yang diilhamkan (lihat Luk. 21:36; Yoh. 14:2, 3; 1 Tes. 4:13-17; Rom. 8: 23, 24; 1 Yoh. 3:1-3).

  1. A. Definisi Arti:

Pengangkatan Gereja adalah peristiwa di mana Allah memindahkan semua orang percaya dari bumi ini untuk membuka jalan bagi penghakiman-Nya yang adil ditumpahkan ke bumi pada masa Tribulasi.

  1. B. Dasar Biblika:

“Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan” (1Tesalonika 4:16-17).

“Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah”(1 Korintus 15:51-52).

“berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia” (Luk. 21: 36)

“…maka Aku pun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi” (Wah. 3: 10)

“yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya” (Filipi 3: 21)

C. Eksposisi Nats:

Dalam I Tesalonika 4: 17 kata “diangkat” berasal dari kata Yunani arpaghsomeqa (future, pasif) dari kata dasar ἁρπάζω yang artinya membawa (dengan paksa), merenggut, mengangkat.[1] P.C. Nelson dalam bukunya “Doktrin-doktrin Alkitab,” menyatakan bahwa;

Kata ini (pengangkatan Gereja) mulai dipakai secara umum, namun tidak terdapat di dalam Alkitab. Datangnya dari sebuah kata yang dipergunakan dalam versi bahasa latin dari 1 Tesalonika 4: 17, sebagai terjemahan kata Yunani yang berarti ditangkap atau diambil dengan cepat-cepat, dan dalam Alkitab bahasa Indonesia diterjemahkan dengan kata “diangkat.”[2]

Dalam Wahyu 3: 10, kata “melindungi dari” berasal dari kata Yunani threw ek dapat berarti “melindungi dalam” atau “mengambil dari.”[3] Lebih tepat diterjemahkan “…menjauhkan engkau dari hari pencobaan.”[4] Sedangkan kata “mengubah” dalam Filipi 3: 21 berasal dari kata μετασχηματίζω[5] yang dibangun dari kata “skema” yang berarti “bentuk penampilan alami yang memiliki sifat-sifat insani (Fil. 2:7).” Sedangkan kata “serupa” berasal dari kata συμμορφός[6] kata ini berasal dari akar kata “morfe” yang artinya “bentuk penampilan ilahi yang memiliki sifat-sifat supernatural (Fil. 2: 6).” Kata ini sering dipakai untuk Kristus yang memperlihatkan “penuh kemuliaan.” Dengan demikian, kata “mengubah” dan “serupa” menjelaskan proses perubahan tubuh manusia yang memiliki sifat alami (dari tubuh dosa) menjadi tubuh mulia yang dipenuhi sifat/karakter ilahi seperti tubuh Kristus.[7]

D. Peristiwa yang akan terjadi pada waktu pengangkatan:

  1. Orang-orang mati dalam Kristus akan dibangkitkan
  2. Orang-orang yang hidup dalam Kristus diubahkan dalam tubuh kemuliaan
  3. Mereka yang telah dibangkitkan dan diubahkan diangkat dalam awan menyongsong Tuhan diangkasa.
  1. E. Maksud dan Tujuan Rapture:
    1. Mengadili dan memberikan upah “bema” (2 Kor. 5: 10)
    2. Meluputkan orang-orang Kudus dari aniaya besar (Antikristus)
    3. Menjemput Jemaat masuk perjamuan anak domba
  1. F. Sikap yang harus kita buat untuk masuk Rapture:
    1. Memberi diri untuk Yesus (Yoh. 3: 3)
    2. Menjadi milik Kristus (1 Kor. 15: 23; Gal. 5: 24)
    3. Hidup dalam kekudusan (Ibr. 12: 14)

[1]Kata diangkat berasal dari kata Yunani arpaghsomeqa (future, pasif) dari kata dasar ἁρπάζω yang artinya membawa (dengan paksa), merenggut, mengangkat (Pdt. B.F. Drewes, M.Th, Kunci Bahasa Yunani Perjanjian Baru, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2006), 202.

[2]P.C. Nelson, “Doktrin-doktrin Alkitab” (Malang: Gandum Mas, 2001), 152.

[3]Dave Hagelberg, “Tafsiran Kitab Wahyu” ( Yogyakarta: Yayasan ANDI, 2001), 122.

[4]Ibid., 124.

[5]LAI, “Kitab Suci Injil Bahasa Yunani” (Jakarta: LAI, 2002), 942.

[6]Ibid.

[7]Welly Pandensolang, “Eskatologi Biblika” (Yogyakarta: Yayasan ANDI, 2004), 108.

Komentar
  1. kornelius sutriyono mengatakan:

    thanks, atas commentnya. perlu dipahami pengangkatan yang sobat maksud sangat beda jauh dgn penyingkiran. alkitabiah; gereja akn diangkat n tdk akn mengalami tribulasi/kesukaran besar. bukan menghindarkan antikrist!!!!! pertanyaan: apa tujuan pengangkatan? kalau pengangkatan tidalk berhubungan dgn masa`kesesakan/tribulasi, berhubungan dgn apa? frase “tuhan sanggup menyingkirkan kita seperti…” tidak ada kaitannya degn konsep pengangkatan!!! apalagi contoh seperti daniel n yakup (disingkirkan) berbeda jauh konsepnya dengan pengangkatan dlm pengertian ekstaologis (sebenarnya)….kalau pengangkatan tdk tepat disetarakan dengan teori pre, dll….disetarakan dengan apakah “ia”? pelajari kembali alkitab, khususnya kata “pengangkatan” secara ekzegesis !!!! thanks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s